BANDUNG (Pos Sore)— Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan (BPJS TK), Elvyn G Masassya menegaskan kendati terjadi perlambatan pertumbuhan ekonomi di angka 4,7 persen saat ini, pihaknya tidak akan melakukan revisi target investasi di sektor properti, saham ataupun portopolio lainnya yang dikelola menembus Rp195,35 triliun hingga kuartal I 2015.
“Kami tetap fokus pada investasi saham atau obligasi dengan orientasi pasar dalam domestik.Demikian pula untuk surat utang kami juga fokus pada bond jangka panjang.”
Hal ini ditegaskan Elvyn usia paparan kinerja BPJS TK hingga semester I 2015, di Bandung, Jumat (8/5).
Ia menilai, perlambatan ekonomi, sejauh ini belum berimplikasi buruk terhadap perkembangan investasi yang dikelola. Karena, sebagai BPJS TK memiliki orientasi investasi jangka panjang khususnya pasar domestik yang memiliki revenue bagus.
Lagipula, katanya, perlambatan ekonomi juga tidak berdampak pada semua sektor usaha.bahkan ada sektor tertentu yang masih bagus.”Kami tetap fokus pada investasi saham atau obligasi dengan orientasi pasar dalam domestik.Demikian pula untuk surat utang kami juga fokus pada bond jangka panjang.”
Makanya Elvyn melihat tidak ada dampak yang cukup siknifikan yang akan menganggu kinerja investasi BPJS TK.”Kita lihat saja perkembangan indeks harga saham ternyata up and down, berarti masih ada demand walaupun kurs rupiah berfluktuasi terhadap dolar AS.”
Namun, Elvyn optimis sebagai investor hingga kuartal I akan ada hal positif.Kendati pertumbuhan ekonomi tidak menggembirakan pada kuartal I namun, dampaknya baru akan terasa pada kuartal ke II 2015.”Kami optimis pad kuartal II akan membaik.Kita lihat nanti dampaknya setelah kuartal II.”
Seperti diketahui. BPJS TK terus mengalami peningkatan pertumbuhan investasi setiap tahunnya. Posisi hingga kuartal I 2015 tergambar total dana investasi sudah menembus Rp195,35 triliun (naik 83,84 persen) dari Rencana Kerja Anggaran Tahunan (RKAT) 2015. Dibanding 2014 terjadi peningkatan pertumbuhan sekitar 22,93 persen.
Nilai alokasi aset pada periode yang sama berupa surat utang sebesar 44,40 persen,deposito 28,21 persen,saham 19,36 persen,reksadana,7,43 persen dan investasi langsung sebesar 0,59 persen.
Dari besaran dana kelolaan, BPJS TK juga mampu meraih hasil investasi hingga Rp5,45 triliun (tumbuh 27,20 persen dari RKAT 2015) atau naik 132,11 persen dibanding 2014.Hasil ini belum termasuk dari unrielized gain (pendapatan tak terduga) sebesar Rp1,47 triliun.
Ke depan, kata Elvyn pihaknya akan makin fokus mengembangkan investasi di sektor properti khusunya penyediaan perumahan murah bagi pekerja peserta BPJS TK baik dalam bentuk rumah susun ataupun landed house.
“Pengelolaan investasi untuk mendapatkan total benefit kita akan tingkatkan dari 5 persen menjadi 30 persen untuk housing benefit.Dimana dari persentase 30 persen itu, 10 persen diantaranya untuk investasi langsung sisanya 20 persen untuk membeli surat utang atau ditanamkan di perbankan yang memang fokus mengelola dana untuk program perumahan.
Saat ini,kata Elvyn, total dana yang dialokasikan BPJS TK untuk program housing benefit mencapai Rp46 triliun (Rp19 triliun untuk investasi langsung dan Rp26 triliun untuk investasi tidak langsung). (fitri)
