JAKARTA (Pos Sore) – Komitmen Badan Penyelengara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BPJS TK), dalam menjamin kesejahteraan pekejera peserta BPJS TK sesuai program yang ada ditunjukkan dengan memberikan santunan kecelakaan kerja sebesar Rp3,5 miliar kepada ahli waris almarhum Bambang Irawan, Direktur PT Satria Multi Sukses, Pontianak, Kalimantan Barat.
“BPJS Ketenagakerjaan juga harus menjadi mitra terpercaya bagi pengusaha dan berperan serta dalam pembangunan.”
Menurut Direktur Utama BPJS TK, Agus Susanto, santunan ini diserahkan langsung Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Puan Maharani, berbarengan dengan acara deklarasi Gerakan Nasional Revolusi Mental (GRNM) dengan tema “Etos Kerja Merajut Sejahtera di Hari Esok” di halaman parkir kantor BPJS Ketenagakerjaan di Jakarta, Rabu (23/3).
Santunan ini sendiri, katanya, diterima istri almarhum secara simbolis. Bambang Irawan meninggal dunia di tempat kerja dan total santunan yang dibayarkan kepada ahli waris sebesar Rp3.577.988.210 yang terdiri atas santunan kecelakaan kerja, santunan berkala, biaya pemakaman, jaminan hari tua dan jaminan pensiun.
Puan, sesuai acara menyatakan pelayanan publik yang dijalankan oleh BPJS ketanagekerjaan perlu dilandasi dengan nilai-nilai integritas, etos kerja dan gotong royong. Dengan begitu, BPJS Ketenagakerjaan mampu memenuhi ekspektasi masyarakat dalam memberikan perlindungan dasar bagi tenaga kerja dan keluarganya.
“BPJS Ketenagakerjaan juga harus menjadi mitra terpercaya bagi pengusaha dan berperan serta dalam pembangunan.”
Puan Maharani yang juga di tunjuk sebagai Koordinator GNRM oleh Presiden RI, menyatakan Revolusi Mental bukan pekerjaan satu-dua hari melainkan sebuah gerakan nasional jangka panjang dan terus menerus. “Kerja keras yang kita lakukan hari ini menentukan nasib anak cucu kita di masa depan.”
Sebagaimana diketahui, BPJS Ketenagakerjaan mendeklarasikan Gerakan Nasional Revolusi Mental tak lain bertujuan mendukung peningkatan kualitas dan kecepatan pelayanan agar kepuasan peserta dapat tercapai serta menjamin kesejahteraan pekerja di masa tuanya nanti.
“Kami pastikan BPJS Ketenagakerjaan menjalankan prinsip ‘good governance’ untuk menciptakan pengelolaan organisasi yang profesional, transparan dan bebas dari benturan kepentingan demi mencapai kesejahteraan pekerja Indonesia”, kata Agus.
Dia menambahkan, nilai-nilai Gerakan Revolusi Mental yang terdiri dari Integritas, Etos Kerja dan Gotong Royong itu relevan dan sejalan dengan nilai-nilai budaya dan etos kerja yang dimiliki insan BPJS Ketenagakerjaan. Komitmen melaksanakan Revolusi Mental itu ditandai dengan pemasangan 1001 buah puzzle oleh insan BPJS Ketenagakerjaan yang akan membentuk logo GNRM BPJS Ketenagakerjaan.
Selain itu, kegiatan ini juga masuk dalam Museum Rekor Indonesia sebagai rekor pemasangan puzzle dengan jumlah terbanyak. Deklarasi Gerakan Revolusi Mental dibacakan oleh Direktur Umum dan SDM BPJS Ketenagakerjaan, Naufal Mahfudz yang didampingi oleh para Agen Revolusi Mental. (fitri)
