8.8 C
New York
25/04/2026
Ekonomi

BPJS TK Masih Mampu Hasilkan Investasi Rp10,09 Tiriliun

BANDUNG (Pos Sore) –Direktur  investasi,Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Tenaga Kerja (BPJS TK) Jeffry Haryadi PM menegaskan, kendati situasi ekonomi global bergejolak dan terjadi krisis,namun managemen tetap bisa mencetak total hasil investasi sebesar Rp10,09 triliun pada semester I-2015.

“Hasil tersebut belum termasuk unrealized loss sebesar Rp5,46 triliun. Jika dibandingkan pada Juni 2014 total hasil investasi mencapai Rp9,297 triliun, atau mengalami kenaikan yang cukup baik.”

Nilai ini setara  50,32 persen dari total investasi sebesar Rp20,072 triliun sesuai rencana kerja anggaran tahun (RKAT) 2015.

“Hasil tersebut belum termasuk unrealized loss sebesar Rp5,46 triliun. Jika dibandingkan pada Juni 2014 total hasil investasi mencapai Rp9,297 triliun, atau mengalami kenaikan yang cukup baik,” ungkapnya di sela pemaparan kinerja BPJS Ketenagakerjaan di Bandung, Jumat (10/7).

Pencapaian ini diraih,menurutnya karena pola investasi yang diterapkan selama ini memang sangat rigit dan penuh pertimbangan dalam memilih saham atau deposito dari perusahaan yang kredibel.

Menurut Jeffry, total hasil investasi di semester I didapat dari kenaikan imbal hasil dari deposito yang naik dari Rp2,08 triliun dari semester I 2014 menjadi Rp2,55 trliun di semester I-2015 serta produk reksa dana menjadi Rp770 miliar di semester I-2015, dari posisi semester I-2014 sebesar Rp390 miliar.

Imbal hasil saham menjadi Rp2,55 triliun di semester I-2015, dari posisi Rp2,08 triliun di semester I-2014. Surat utang menjadi Rp3,99 triliun di semester I-2015, dari posisi Rp3,31 triliun di semester I-2014. Imbal hasil penyertaan menjadi Rp1 miliar, atau turun tipis dari posisi Rp2 miliar di semester I-2014.

“Untuk imbal hasil properti sendiri mencapai Rp73 miliar, atau naik dari posisi Rp59 miliar di semester awal tahun lalu.”

Jeffry memaparkan, perolehan total hasil investasi diatas tentu tidak terlepas dari pengaruh perkembangan indeks pasar saham maupun kondisi ekonomi secara global yang berimbas pada keadaan ekonomi dalam negeri.

“Makanya, kami berharap pemberitaan media masa jangan sampai memberikan dampak negatif para perkembangan ekonomi. Seperti nilai tukar rupiah bisa menembus Rp18 ribu per dolar AS, ini kan bisa memicu kekhawatiran pasar.”

Kendati ekonomi saat ini mengalami gejolak, namun Jeffry optimis, ini hanya akan berlangsung dalam jangka pendek.Mengingat kondisi pasar saham masih tetap stabil, nilai tukar rupiah masih aman serta banyaknya investasi yang belum terealiasi. (fitri)

Leave a Comment