02/05/2026
Aktual

BPH Migas Jamin Stok BBM Saat Nataru Aman

JAKARTA (Pos Sore) — Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) diberi amanah oleh Kementerian ESDM untuk membuka Posko Nasional ESDM dalam rangka Libur Natal dan Tahun Baru serta Lebaran. BPH Migas pun memastikan pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM) saat libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) aman.

“Over all kita lihat semua aman. Bagi kami ini biasa. Ada perbaikan kita meminta badan usaha Swasta seperti Total, BP, untuk bersama menjamin BBM termasuk yang RON 92 dan 95,” kata Kepala BPH Migas, M Fanshurullah Asa, di kantor BPH Migas, Jakarta, Senin (23/12/2019), yang menyebut posko nasional sektor ESDM ini juga sudah disusun di setiap pulau yang ada di Indonesia.

BPH Migas juga menyebut sesuai dengan semangat Posko Nasional, terdapat aturan untuk digitalisasi nozzle. Digitalisasi nozzle ini merupakan bentuk pengawasan akan penggunaan BBM bersubsidi, dan diharapkan akan rampung pada Juni 2020. Ini alat kendali apakah tepat sasaran atau tidak.

Poin terakhir yang juga tak kalah penting adalah bagaimana menyiapkan infrastruktur yang baik di beberapa ruas jalan dan jalan tol seperti di Kalimantan, Sumatera dan Pulau Jawa. “Kami meminta lokasi ini disiapkan oleh semua kios pertamax, modular SPBU itu diperbanyak. Ini yang kami harapkan improvement di posko Nataru kali ini,” tegasnya.

Sementara itu, Menteri ESDM, Arifin Tasrif, usai meninjau langsung Posko Nasional ESDM di Gedung BPH Migas, Tendean, Jakarta, menyebut untuk wilayah yang menjadi pusat perayaan Nataru, diberikan prioritas agar pasokan BBM terpenuhi.

“Sejauh ini sudah bisa terlihat bahwa antisipasi sudah dilakukan dengan benar. Sejauh ini belum ada masalah berarti dalam proses pengiriman BBM. Sedangkan untuk antisipasi daerah rawan bencana pun sudah cukup baik,” katanya.

Untuk jenis BBM, ia memastikan konsumen tetap punya pilihan. Hal ini dikarenakan Pertamina memiliki ketersediaan yang cukup. “Seluruh jenis BBM di daerah-daerah mencukupi, kita bilang aman. Kalau untuk kendala-kendala alam itu dipantau dan itu masih relatif dalam keadaan yang tenang,” ucapnya.

Di Bromo, lanjutnya, ada kendala-kendala tremor, tapi itu sudah dilakukan peringatan untuk menjauhi puncak sejauh radius 1 kilometer. Jadi sejauh ini menurutnya antisipasi di daerah sudah cukup baik.

Menteri berharap, tak hanya BPH Migas selaku Ketua/Penanggungjawab posko nasional sektor ESDM yang mengawasi posko nasional pada masa Natal 2019 dan Tahun Baru 2020, tapi ada juga sinergi dari pihak-pihak terkait.

“Dan ini kita harapkan antara PLN, BBM, Pertamina dan dinas-dinas terkait bisa saling kerja sama, memberikan informasi dan saling berkoordinasi, sehingga bisa mengefektifkan pemasokan-pemasokan kita di lapangan,” harapnya.

BPH Migas memperkirakan pada puncak pertama 24 Desember 2019 kebutuhan bensin mencapai 120 ribu kilo liter, dan puncak kedua kebutuhan diperkirakan mencapai 124,31 ribu kilo liter.

Sementara untuk solar, biasanya cenderung turun dibandingkan hari biasa. Diperkirakan puncak untuk penggunaan solar terjadi dalam empat kali, sebelum natal dan tahun baru.

Yaitu, puncak pertama pada 21 Desember solar diproyeksi mencapai 51,92 ribu kilo liter, puncak kedua pada 25 Desember diproyeksi mencapai 44,42 ribu kilo liter. Setelah itu, puncak ketiga baru terjadi setelah tahun baru yakni 4 Januari 50,91 ribu kilo liter, dan puncak ketiga pada 7 Januari sebesar 55,11 ribu kilo liter.

Selain itu, beroperasinya jalan tol Lampung-Palembang juga menjadi perhatian saat nataru ini karena masih minimnya SPBU sepanjang jalan tol. Jika jumlah pemudik cukup padat maka BPH Migas harus mengantisipasi peningkatan kebutuhan BBM.

Adapun tugas nasional tim posko nasional ESDM meliputi inventarisasi data lapangan tentang data fasilitas penyediaan dan pendistribusian BBM, gas, dan Listrik milik Badan Usaha. Jalur transportasi penyediaan dan pendistribusian BBM, lalu jalur penyediaan dan pendistribusian Gas dan Listrik. Selain itu, harus ada evaluasi dampak yang ditimbulkan jika terjadi kelangkaan pasokan BBM, gas dan listrik.

Posko Nasional Sektor ESDM ini juga harus memetakan potensi daerah rawan bencana alam. Melakukan koordinasi dan pengawasan ke lapangan terhadap fasilitas penyediaan dan pendistribusian BBM, gas dan listrik dan daerah rawan bencana serta titik konsentrasi arus aktivitas.

Periode Pelaksanaan Posko Nasional Sektor ESDM Nataru 2019-2020 berlangsung selama 22 hari yaitu H-7 dan H+14 Natal. Sejak 18 Desember 2019 hingga 8 Januari 2020, yang terbagi dalam 2 shift yaitu shift I pukul 10.00-17.00 WIB dan shift dua pukul 15.00-20.00 WIB. (tety)

Leave a Comment