06/05/2026
Aktual

BNPB: Erupsi Gunung Gamalama Sebabkan 9 Luka dan 1 Masih Dicari

JAKARTA (Pos Sore) – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melansir erupsi Gunung Gamalama di Ternate, Provinsi Maluku Utara pada Kamis (17/12) pukul 22.41 WIT telah menimbulkan 9 orang luka-luka dan 1 orang masih dicari tim gabungan dari Tim Reaksi Cepat BPBD Provinsi Maluku Utara, BPBD Kota Ternate, TNI, Polri, Basarnas dan masyarakat.

“Korban adalah rombongan pecinta alam yang sedang mendaki Gunung Gamalama sejak Rabu (17/12). Korban luka bukan karena akibat langsung dari erupsi gunung. Tetapi luka-luka karena jatuh saat berlari menyelamatkan diri saat terjadi erupsi sekitar pukul 23.00 Wib,” jelas Sutopo Purwo Nugroho, Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, di Jakarta, Jumat (19/12)

BNPB melansir korban luka-luka berat, yaitu Mahatir Indra Amri (17 thn – Kel Salero), Ryan Saputra (19 thn – Kel Tafure), Fajri Usman (17 thn – Kel. Tafure), dan Agung (Kel Koloncucu ). Semuanya dirawat di RSUD Kota Ternate.
Sementar itu, korban luka ringan, yaitu Annggi Juandi Tanjung (17 thn – Kel Salero), Zainudin Bayau (14 thn – Kel. Salero), Hairul Miat (16 thn – Kel. Salero), Asril Efendi (16 thn – Kel Salero), dan Randi (Kel Tongole)

“Semua korban sudah kembali ke rumah masing-masing,” ungkap Sutopo.

Jumlah pendaki total 13 orang, sebanyak 11 orang berhasil dievakuasi lebih dahulu, 5 orang di antaranya masuk RS). Tim SAR berhasil menemukan sisa 2 orang lainnya yang berada di puncak dalam keadaan hidup namun mengalami cedera tulang.

Sutopo menjelaskan, berdasarkan laporan dari PVMBG Badan Geologi, Gunung Gamalama Gunung setinggi 1.715 MDPL pada Kamis pukul 22.41 WIT telah meletus. Tinggi asap 2.000 m condong ke timur. Sebelumnya telah terjadi peningkatan kegempaan sejak pukul 17.30 WIT, yang kemudian meningkat tajam pukul 22.09 WIT. Peningkatan kegempaan ini telah dilaporkan ke BPBD. Status Waspada dinaikkan ke Siaga.

Kehidupan malam di Kota Ternate, Maluku Utara, pun mendadak seperti ‘kota mati’. Aktivitas malam yang biasanya bergeliat hingga menjelang subuh, terutama di pusat kota dan pusat kuliner (jajanan malam), terhenti pasca-meletusnya Gunung Gamalama kemarin malam.

“Debu yang bertebaran di jalanan menyebabkan jarak pandang pengendara terganggu,” katanya.

Kepala Badan Geologi Kementerian ESDM, Surono, menyebut erupsi dari Gunung Gamalama mengakibatkan debu vulkanis menghujani sebagian Kota Ternate, khususnya di wilayah bagian timur di kaki gunung tersebut. Pasca-letusan, Gunung Gamalama dilaporkan kini berstatus Siaga (Level III).

Kondisi saat ini, Gunung Gamalama masih mengeluarkan asap putih-abu-abu dan abu vulkanik. Kota Ternate hujan abu tipis. Bandara Sultan Babullah di Kota Ternate ditutup sementara. BPBD Kota Ternate telah membagikan masker kepada masyarakat. Kementerian ESDM masih melakukan pemetaan sebaran abu vulkanik dari erupsi G. Gamalama.

“Kondisi normal, aktivitas berjalan seperti biasanya. Tidak ada pengungsian. Namun, masyarakat diminta agar tidak beraktivitas dalam radius 2.5 km dari puncak.,” ujarnya. (tety)

Leave a Comment