20.3 C
New York
20/07/2024
Aktual

BMKG Siapkan InaTEWS Dalam Waktu 3 Menit

JAKARTA (Pos Sore) — Keberhasilan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menginformasikan peringatan dini datangnya tsunami (InaTEWS) dalam waktu 5 menit, tak membuat lembaga itu berpuas diri. Ke depan, peringatan dini ini akan diperbarui menjadi 3 menit.

Menurut Kepala BMKG, Andi Eka Sakya, peringatan dini datangnya tsunami sangat dibutuhkan masyarakat yang tinggal di daerah pantai. Karenanya, semakin cepat informasi yang diterima, semakin banyak waktu untuk menyelamatkan diri.

“Kami pun bertekad akan memperbaiki sistem agar masyarakat dapat menerima peringatan dini stunami dalam waktu 3 menit. Dalam 5 tahun mendatang sampai 2019,” tandas Kepala BMKG Andi Eka Sakya, usai membuka Rakornas BMKG bertema ‘Dengan Momentum Reformasi Birokrasi Kita Wujudkan Layanan MKKuG yang Berkualitas, Handal, Terpercaya, dan Berkelas Dunia’, di Jakarta, Rabu (2/4).

Hadir dalam kesempatan itu, Deputi bidang Klimatologi, Widada Sulistya, Sekretaris Utama, Soepriyo, Deputi bidang Meteorologi, Yunus Subagyo Swarinoto, serta Deputi bidang Geofisika Masturyono dan Deputi bidang Instrumentasi, Kalibrasi, Rekayasa, dan Jaringan Komunikasi, Untung Merdiyanto.

Andi menuturkan, sebelumnya pada tahun 2004 terjadi tsunami di Aceh mendeteksi gempa dan sebagainya dibutuhkan waktu 1 jam. Dalam waktu 5 tahun setelah tragedi tsunami Aceh dapat mendeteksi hanya dalam waktu 5 menit.

“Dapat mendeteksi dengan cepat tsunami, kita menggunakan DSS (Decision Support System), karena dengan DSS kita memperbarui informasi dan dapat mempercepat layanan peringatan dini tsunami,” jelasnya.

DSS selain juga dapat mengetahui kapan tsunami akan datang, juga dapat mengetahui berapa tinggi gelombang tsunami hingga bibir pantai. “Setelah mendapat peringatan akan terjadinya tsunami, masyarakat hanya mempunyai golden time 20 menit untuk melakukan evakuasi,” paparnya. (tety)

Leave a Comment