8.8 C
New York
25/04/2026
Aktual

BlackSteel Group Dukung Kenyamanan dan Keselamatan Berlalu Lintas

JAKARTA (Pos Sore) — Data Korlantas Kepolisian RI membeberkan sekitar 41% korban kecelakaan lalu lintas jalan adalah rentang usia 16-30 tahun. Sekitar 27% pemicu kecelakaan adalah kelompok usia yang sama. ironisnya sekitar 42% kasus kecelakaan dipicu oleh perilaku berkendara yang ugal-ugalan.

“Selebihnya perpaduan dari aspek manusia lainnya seperti lengah dan ngantuk, serta faktor jalan, kendaraan dan alam”, ujar Edo Rusyanto, Ketua Umum Road Safety Association (RSA) Indonesia, saat berbicara dalam seminar ‘Kesiapan Pemerintah dalam Implementasi UU no. 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas’ di kampus Unika Soegijapranata, Semarang, yang mendapatkan dukungan dari The BlackSteel Group.

Di Jawa Tengah sendiri, data Korlantas POLRI selama periode tahun 2012 dan 2013 menunjukkan kasus kecelakaan lalu lintas secara konstan menempati nomor dua nasional. Pada 2012, tercatat 63 kasus kecelakaan per hari dengan korban tewas sekitar 11 jiwa per hari.

Propinsi berpenduduk sekitar 32 juta jiwa ini memang mencatat penurunan kasus kecelakaan hingga hampir 16% pada 2013. Namun jumlah korban yang tewas akibat kecelakaan justru meningkat sekitar 7% menjadi 12 orang per hari.

“Kami mendukung program kenyamanan dan keselamatan berlalu lintas jalan di kota Semarang,” kata Marketing, PR and Business Development Director BlackSteel Group, Elsye Tanihaha, seputar partisipasinya di kegiatan seminar yang dibuka Wakil Menteri Perhubungan, Bambang Susantono, itu.

Saat ini, The BlackSteel Group tengah menyiapkan dua buah proyek properti yaitu Semarang City Center (SCC) dan Semarang Expo Center (SEC) yang bakal hadir menyemarakkan kota Semarang. Proyek properti terpadu tersebut terdiri atas pusat perbelanjaan, hotel dan expo center.

“Bisnis kami mendukung dan mengikuti setiap kebijakan pemerintah setempat termasuk aturan lalu lintas kota,” tandas Elsye Tanihaha.

Dengan keterlibatan pihaknya dalam seminar itu bukti komitmen membangun bersama negeri yang tak hanya dilakukan dengan kehadiran proyek-proyek properti berkualitas di kota Semarang yang semakin meningkatkan roda perekonomian masyarakat setempat nantinya namun juga membangun integritas dan kesadaran masyarakat untuk berperilaku yang baik dalam berkendara.

“Kami pun bertanggung jawab terhadap manajemen berlalu lintas terlebih yang berada di sekitaran lokasi dua properti yang segera akan kami bangun di Semarang. Kami berharap dengan dukungan melalui program CSR ini menegaskan komitmen kami untuk senantiasa bahu membahu dengan pemerintah kota setempat di segala bidang yang terkait,” katanya lagi.

Menurut Ketua Panitia Seminar Unika Semarang, Algooth Putranto, menambahkan, perlunya ditingkatkan kesadaran semua pihak terkait aturan yang ada. Termasuk UU No. 22/2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ). Lewat seminar kali ini, pihaknya mencoba menggali lebih dalam perihal diseminasi UU, kesiapan pemerintah menjalankan UU.

“Tentu juga terkait dalam upaya meningkatkan perlindungan keselamatan masyarakat di jalan raya,”,ujarnya. (tety)

Leave a Comment