13.6 C
New York
27/04/2026
Ekonomi

BFC 2016 Wadah Efektif Kenalkan Pentingnya Jaminan Sosial Ketenagakerjaan

JAKARTA (Pos Sore) –– Direktur Umum & Sumber Daya Manusia  Badan Penyelenggra Jaminan Sosial  Ketenagakerjaan (BPJS TK), Naufal Mahfudz mengatakan,  turnamen BPJS Ketenagakerjaan Futsal Challenge (BFC) 2016 merupakan wadah paling efektif dalam menyosialisasikan program BPJS TK,khususnya bagi pekerja baik formal maupun informal.

“Tahun depan kami ulang tahun yang ke-40, turnamen ini harus bisa diagendakan jadi turnamen nasional. Asosiasi futsal harus dilibatkan.”

Hal itu diungkapkan saat penutupan Pertandingan BFC 2016 di Planet Futsal Klub Rasuna,  yang digelar 19-20 November 2016. Turnamen ini diikuti 40 tim dari berbagai perusahaan yang menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan sekaligus memeriahkan ultah BPJS Ketenagakerjaan yang ke-39 dan dalam rangka mengkampanyekan pentingnya jaminan sosial untuk pekerja.

Naufal Mahfudz mengatakan, turnamen yang sudah ketujuhkalinya dihelat ini harus bisa menjadi agenda nasional. Sehingga pamor dari turnamen ini akan lebih besar lagi. “Tahun depan kami ulang tahun yang ke-40, turnamen ini harus bisa diagendakan jadi turnamen nasional. Asosiasi futsal harus dilibatkan.”

Menurut Naufal, potensi pekerja baik formal maupun informal masih sangat besar untuk dijadikan peserta BPJS Ketenagakerjaan. Saat ini yang baru menjadi peserta aktif baru mencapai 22 juta pekerja, masih ada sekitar 120 juta potensi pekerja penerima upah dan bukan penerima upah yang belum tergarap. “Butuh sosialiasi yang masif agar mereka mengerti pentingnya jaminan sosial. Ajang futsal bisa dimanfaatkan menjadi media sosialisasi dan edukasi,” katanya.

Sementara itu, Ketua Umum BPJS Ketenagakerjaan Journalists Club, Ridwan Max Sijabat mengatakan, untuk tahun ini jumlah peserta yang mendaftar mencapai 50 tim yang berasal dari kalangan BUMN, korporasi swasta serta perusahaan media. Namun karena keterbatasan waktu penyelenggaraan, jumlah pesertanya dibatasi menjadi 40 tim dengan menggunakan sistem gugur.

Melihat tingginya animo peserta, Ridwan mengusulkan kepada BPJS Ketenagakerjaan agar cakup penyelenggaraan turnamen bisa ditingkatkan lagi pada tahun depan dengan menggelar babak kualifikasi terlebih dahulu di tingkat regional Jabodetabek. “Sehingga nantinya hanya tim-tim terbaik dari masing-masing regional yang berhak tampil di babak grand final di Jakarta.”

Ryen manajer Tim Futsal BTN, mengaku cukup senang timnya bisa tampil di ajang BFC 2016, yang dinilainya sebagai ajang pemanasan sebelum terjun ke pentas Porseni BUMN.

“Sejak awal turnamen ini gulirkan 7 tahun lalu, ‎tim kami tidak pernah absen. Kami menilai gengsi turnamen ini memang selayaknya ditingkatkan menjadi event regional bahkan tingkat nasional. Terlebih lagi tim-tim yang tampil mayoritas merupakan juara-juara di Porseni BUMN. Selain itu tim di luar BUMN, juga merupakan tim-tim terbaik yang juga langganan juara di berbagai turnamen futsal.”

Hal senada dikemukakan Rojih Azka, manajer Tim Futsal Metro TV. Menurut Rojih, ajang BFC 2016 merupakan ajang turnamen futsal paling bergengsi yang selalu dinantikan timnya. “Dari berbagai turnamen yang kami ikutin, turnamen BFC ini merupakan turnamen yang paling fair play. Karena ada persyaratan bahwa pemain yang tampil harus berusia di atas 25 tahun dan wajib menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan, dengan demikian sulit untuk disusupi pemain-pemain cabutan seperti kebanyakan turnamen lainnya.”

Sementara itu, Direktur Perluasan Kepesertaan dan Hubungan Antar Lembaga, BPJS Ketenagakerjaan, Ilyas Lubis yang hadir pada kesempatan itu menambahkan,perusahaan harus sportif dengan menyertakan pekerjanya dalam program BPJS Ketenagakerjaan.Karena, masih banyak pekerja penerima upah yang belum tergarap dan masih banyak masalah dalam kepesertaan.

Ia memaparkan, dari 325.000 perusahaan dengan 120 juta pekerja, masih ada yang belum mendaftar  sebagai peserta. “Kita masih harus melakukan  sosialiasi yang masif agar mereka (pekerja) mengerti pentingnya jaminan sosial. Jadi perusahaan harus sportif mendaftar. Ajang turnamen futsal seperti ini bisa dimanfaatkan menjadi media sosialisasi dan edukasi.”

Dirjen Pembinaan Pengawasan Ketenagakerjaan dan K3 Maruli Apul Hasiloan menegaskan pemerintah sangat mendukung program-program BPJS Ketenagakerjaan yang memberi perlindungan jaminan sosial.Menurut Maruli, perlu ditumbuhkan kesadaran dari BUMN, perusahaan swasta dan lainnya. “BUMN harus jadi contoh yang baik bagi perusahaan swasta lainnya, untuk patuh menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan,” Maruli yang bersama dengan BPJS Ketenagakerjaan akan melakukan penegakan hukum kepada perusahaan yang melanggar ketentuan.

Final BFC-7 2016, BNI Pusat berhasil menjadi juara I setelah mengalahkan BRI Pusat dengan skor 4 : 1, juara ketiga BNI Syariah setelah mengalahkan Surya Toto dengan skor 7 : 2.(fitri)

Leave a Comment