7.6 C
New York
24/02/2024
Gaya Hidup

Berkreasi dengan Sarung Makassar

Busana dari sarung? Mengapa tidak dicoba? Di jaman serba modern ini apa pun bisa. Karenanya, bagi seorang desainer berkreasi dan berinovasi menciptakan busana dari sarung, bukan masalah.

Lihat saja karya Jessica Febriani, desainer dan pemilik label busana More To See. Perempuan muda kelahiran Denpasar ini mengolah kain sarung Makassar, Sulawesi Selatan, menjadi seckdress dan longcoat yang nyaman dipakai.

Motif sarungnya macam-macam. Bahan dasarnya ada sutera, katun, dan poliester. Motif sarung Makassar yang identik dengan benang emas, membuat busana terlihat lebih mewah. Agar terkesan elegan, sarung itu pun dipadupadankan dengan bahan katun polos dari Bali.

“Tahun ini saya lebih cenderung memilih sarung Makassar dengan warna-warna cerah, dan memadukannya dengan bahan katun polos warna cerah juga. Jadi terkesan colorfull. Ternyata banyak yang suka,” ungkapnya saat ditemui di stand-nya dalam ajang Indonesia Fashion Week (IFW) 2014, di Jakarta, belum lama ini.

Sarjana Teknologi Informasi Universitas Bina Nusantara, ini memang senang bermain dengan warna-warna cerah. Kain tradisional juga tak lepas dari tangan kreasinya.

Pada tahun ini, perempuan ini fokus mengangkat kain sarung, dimulai dulu dengan sarung Makassar sebagai bahan busana. Kain sarung lalu ditata di bagian tengah busana, bawah lengan, dan sedikit aksen di bawah kerah belakang.

“Ternyata yang minat membeli koleksi terbaru ini cukup bagus. Banyak permintaan. Dari Januari hingga sekarang saya sudah menjual lebih dari 200 potong longcoat sarung Makassar ini,” ungkapnya.

Sarjana Ekonomi Manajemen Universitas Bina Nusantara ini menambahkan, warna ungu kemerahan, warna tren tahun ini. Warna ini memberi kesan mewah dan elegan. “Terlebih jika dipadukan dengan sarung sutera yang agak mengkilap, kesannya tambah mewah,” ujar pemilik label busana More To See, yang dibangun sejak SLTA ini.

“Pelanggan saya cukup banyak, juga dari daerah. Banyak dipesan di Batam, Medan, Pekanbaru, Surabaya, dan Jakarta. Dominan adalah wanita muda, mahasiswa, profesional muda, dan ibu-ibu muda,” lanjutnya. (tety)

Leave a Comment