JAKARTA (Pos Sore) — Pentingnya media sangat dirasakan Balai Besar Karantina Pertanian Tanjung Priok. Tanpa media, segala pencapaian BBKP Tanjung Priok tidak akan sampai ke masyarakat. Kesenjangan informasi jelas sesuatu yang harus dihindari terjadi.
Karena itu, BBKP Tanjung Priok mengadakan Temu Koordinasi bersama media dalam kegiatan bertajuk “Penguatan Informasi dan Komunikasi Menuju Balai Besar Karantina Tanjung Priok sebagai Etalase Karantina Pertanian Indonesia”, Rabu (5/5/2021).
Kegiatan yang dikemas dengan Ngobras atau ngobrol santai ini dimoderatori oleh Endah Kartikawati Sucipto, Sub Koordinator Substansi Humas Badan Karantina Pertanian. Obrolan menjadi lebih santai karena Endah memang kerap berinteraksi dengan media.
Dalam pertemuan ini, Kepala Balai Besar Karantina Tanjung Priok, Hasrul Sp,MP, berharap kinerja BBKP yang dipimpinnya dapat memuaskan semua pihak. Para pengguna yang memanfaatkan BBKP dapat terbantukan dalam proses pengajuan memastikan suatu produk — tumbuhan, hewan, farmasi, memenuhi standar keselamatan sehingga aman saat dimanfaatkan.
Hasrul yang pernah menjabat Kepala Balai Besar Karantina Pertanian (BBKP) Makassar, menyampaikan, guna meningkatkan kinerja dalam tiga bulan mendatang BBKP Tanjung Priok menyiapkan empat terobosan baru. Langkah ini dilakukan agar ke depan kinerja yang diperlihatkan tidak semakin mengendor.
Pertama, fokus dalam meningkatkan SDM. Langkah yang akan ditempuh melalui berbagai pelatihan magang, dan pendidikan lanjutan. Kedua, melalui pengembangan sarana kegiatan operasional karantina Tanjung Priok seperti dengan modernisasi perangkat deteksi tumbuhan ataupun hewan.
Peningkatan sarana dan prasarana ini guna mengimbangi perkembangan Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina (OPTK) dan Hama Penyakit Hewan Karantina (HPHK) sehingga dapat dideteksi dan diidentifikasi dengan lebih baik.
“Hal ini kami nilai penting, seperti ketika muncul varian baru Covid-19 dari India, awalnya virus varian baru tersebut tidak bisa terdeteksi. Tetapi setelah didatangkan alat dari India, baru terdeteksi adanya Covid-19 varian baru. Artinya memang harus ada pembaruan teknologi,” ujarnya.
Ketiga, harus menyempurnakan aturan teknis kekarantinaan di bawah koordinasi Balai Besar Tanjung Priok sebagai garda terdepan karantina Indonesia. Optimalisasi penerapan aturan karantina ini agar pejabat Karantina Pertanian Tanjung Priok fokus pada tugas pokok dan fungsinya.
“Contohnya, baru-baru ini muncul kasus jahe yang dimusnahkan, karena tidak sesuai prosedur teknis maupun legal. Jadi implementasi teknis Permentan harus diterapkan sungguh-sungguh. Pemusnahan Jahe, bukan karena terkait milik siapa? Tetapi semata-mata mematuhi aturan, prosedur,” tambahnya.
Keempat, perlunya dukungan semua pihak. Masyarakat juga berperan penting dalam mengawal kebijakan karantina. Perlu dipahami bersama, kita tidak boleh lengah karena penyebaran penyakit bisa begitu gawat apalagi melanda wilayah Ibukota Negara.
“Semua stakeholders diharapkan tergerak untuk mengambil peran masing-masing, dalam menjaga berbagai potensi yang tidak menguntungkan,” paparnya dalam pertemuan yang juga dihadiri tim humas lingkup Balai Besar Karantina Pertanian Tanjung Priok.
Menurutnya, keempat strategi itu sangat penting dalam rangka Karantina Pertanian Tanjung Priok menuju Etalase Karantina Pertanian di Indonesia. “Karantina Pertanian Tanjung Priok harus maju dan terdepan agar dapat menjadi etalase Karantina Pertanian Indonesia,” tegasnya.
Ia juga memaparkan kemajuan teknologi adalah kunci untuk menemukan solusi jangka panjang bagi tantangan ekonomi dan lingkungan, seperti menyediakan lapangan pekerjaan baru dan mendorong efisiensi energi. Inovasi merupakan bagian penting untuk memfasilitasi pembangunan berkelanjutan.
Hasrul juga menyampaikan harapannya agar tim humas Karantina Pertanian Tanjung Priok dapat merancang podcast yang santai namun berbobot untuk menyebarkan informasi perkarantinaan yang mudah diterima dan diakses media, serta masyarakat umum. Sehingga Karantina Pertanian Tanjung Priok bisa menjadi sahabat utama semua pihak.
Penting Peran Media
Pentingnya peran media dan komunikasi juga disadari betul oleh Staf Khusus Menteri Pertanian bidang Komunikasi Pembangunan Pertanian, Yesiah Ery Tamalagi. Terlebih dirinya sebelumnya berkecimpung dalam media massa, terutama media televisi.
Karena itu, ia meminta pemerintah khususnya Balai Besar Karantina Tanjung Priok harus lebih aktif dalam memberikan informasi yang gampang dicerna oleh bagi masyarakat. Khususnya kepada dunia usaha yang sering bersentuhan dengan kebijakan karantina.
“Pelaku usaha dan masyarakat umum harus diberikan informasi secara sederhana dan gampang dimengerti. Jangan menggunakan istilah yang terlalu teknis kekarantinaan dalam memberi penjelasan,” tegasnya.
Ery memahami benar pentingnya media dalam menginformasikan temuan, kebijakan, inovasi, kinerja kepada masyarakat. Di era digital, transparansi dan keterbukaan memang suatu keharusan.
“Permasalahan terbesar yang dimiliki instansi pemerintahan adalah kurangnya penyebaran informasi ke masyarakat, apalagi Kementerian Pertanian dalam hal ini Karantina Pertanian yang memiliki berbagai problematika karena ruang lingkup tanggung jawab yang luas dan produk yang beragam sehingga harus mengemas informasi dengan apik, singkat, dan padat agar mudah dimengerti,” tegas Yesiah Ery Tamalagi.
Media yang hadir memberikan pandangannya terkait Balai Besar Karantina Pertanian Tanjung Priok. Dalam pandangan media, Karantina Pertanian Tanjung Priok dikenal sebagai unit pelaksana teknis (UPT) Kementerian Pertanian yang terbuka, ramah, inovatif, luar biasa, informatif, transparan, komunikatif, pantang menyerah, dan up to date.
Point penting lain yang diperoleh dari kegiatan ini, bahwa perkembangan teknologi dan informasi membuat produk pertanian dari luar negeri masuk dengan mudah ke Indonesia, yang tentunya meningkatkan resiko terhadap penyebaran OPTK dan HPHK. (tety)
