4.6 C
New York
02/03/2024
Aktual

Banjir, Harga Pangan Naik Kerek Inflasi Tinggi

JAKARTA (Pos Sore) — Harga pangan terancam terkatrol banjir. Curah hujan yang luar biasa bulan lalu hingga kini mengakibatkan banjir yang merendam beberapa daerah di Indonesia.

Alhasil kenaikan harga pangan juga akan merata terjadi. Dan ini akan menyebabkan inflasi tinggi pada Januari 2014, ungkap Senior Ekonom PT Bank Mandiri Tbk, Andry Asmoro, Senin (3/2).

Ia memperkirakan inflasi Januari 2014 akan berada pada level 1,1% atau lebih tinggi dibandingkan realisasi inflasi tahun sebelumnya sebesar 0,55%.

“Kami perkirakan inflasi Januari lalu sebesar 1,1%. Rata-rata 0,8% month of month (MoM). Sedangkan inflasi tahunannya (Yoy) sebesar 8,47%,” kata dia.

Penyebab utamanya, tambah Andry, karena kenaikan harga pangan, terutama bahan pangan mentah seperti cabai rawit, daging sapi, sayur mayur dan sebagainya. Lonjakan harga pangan akibat banjir ini menyumbang sekitar 0,3% dari perkiraan inflasi Januari 2014.

“Banjir membuat distribusi pangan tersendat, termasuk ke kawasan Timur Indonesia. Penyebab lainnya, kenaikan harga elpiji 12 kg sebesar Rp 1.000 dan masih adanya second round effect dari penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi tahun lalu,” jelas dia.

Gejolak harga pangan, menurut Andry, masih akan berlanjut hingga Februari ini. Sebab, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memperkirakan cuaca ekstrem bakal terjadi sampai pertengahan bulan kedua 2014.

“Suplai bahan pangan pasti akan terganggu karena cuaca ekstrem sampai Februari ini bisa menghambat distribusi. Sawah-sawah juga banyak yang terendam sehingga pasokan kurang,” paparnya.

Solusinya, dia menyarankan, supaya pemerintah dapat segera membenahi jalur distribusi bahan pangan dari dan ke daerah-daerah. Salah satunya dengan memperbaiki infrastruktur.(fitri)

Leave a Comment