JAKARTA (Pos Sore) — Pertanian menjadi sektor utama pembangunan Indonesia masa depan dalam upaya mencukupi kebutuhan pangan rakyatnya. Nawa Cita nomor 6 dan 7 menjadi landasan konstitusional untuk mencapai kemandirian dan kedaulatan pangan Indonesia.
Untuk menyukseskan swasembada pangan nasional, Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian menjalin kerjasama dengan PT Bisi Internasional dalam bidang benih tanaman pangan, hortikultura, dan pupuk hayati. Penandatanganan dilakukan di kantor Balitbang Pertanian, Jakarta, Rabu (1/7).
Kepala Balitbang Pertanian, Dr. Ir. Muhammad Syakir, MS menjelaskan melalui kerjasama itu diambil langkah-langkah yang meliputi perencanaan dan implementasi kegiatan pengembangan perbenihan tanaman pangan, hortikultura, dan pupuk hayati.
“Selain itu, perencanaan dan implementasi komersialisasi perbenihan tanaman pangan, hortikultura dan pupuk hayati, serta pengembangan kelas benih dasar beserta turunannya, juga varietas dan teknologi yang akan dikembangkan adalah public domain,” katanya.
PT Bisi Internasional sendiri dalam jangka pendek akan segera memproduksi dan memasarkan benih padi inbrida varietas publik yang telah dilepas oleh Menteri Pertanian dalam rangka mendukung upaya khusus peningkatan produksi padi dan meningkatkan penggunaan benih bersertifikat di Indonesia.
“Kami juga akan mengenalkan benih padi inbrida temuan terbaru dari Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian kepada masyarakat petani padi dalam rangka proses diseminasi teknologi,” tambah Direktur Utama PT BISI Internasional, Jemmy Eka Putra.
Kedua pihak juga sepakat akan melakukan evaluasi bersama terkait varietas padi hibrida, benih tanaman hortikultura antara cabai dan bawang merah, serta jenis tanaman potensial lainnya, yang sekiranya bisa diproduksi dan diperlukan oleh para petani.
Sementara itu, dalam bidang pupuk hayati, seiring dengan penggunaan pupuk kimia terus menerus, perlu kiranya dilakukan perbaikan tanah dengan menggunakan pupuk hayati. Kedua pihak akan segera melakukan evaluasi produk-produk mana yang memiliki potensi untuk dikenalkan ke petani di Indonesia. (tety)

