JAKARTA (Pos Sore) – Bertepatan dengan Hari Gizi Nasional, Badan Litbang Kesehatan Kementerian Kesehatan merilis hasil analisis Survei Konsumsi Makanan Individu (SKMI) 2014. Hasilnya, menunjukkan tingkat konsumsi bahan makanan menurut jenis dan kelompok makanan, berpengaruh terhadap asupan zat gizi, kecukupan energi, dan protein individu.
Dari hasil itu, terungkap beras terbanyak dikonsumsi oleh sebagian besar penduduk Indonesia (97,7%) dengan konsumsi sebesar 201,3 gram per orang per hari diikuti terigu dan olahannya yang dikonsumsi oleh sekitar 30,2 persen penduduk dengan konsumsi sebesar 51,6 gram per orang per hari. Jenis umbi-umbian dan olahannya menempati urutan ketiga dengan konsumsi sebesar 27,1 gram per orang per hari dan dikonsumsi oleh sekitar 19,6 persen penduduk.
“Dari ketiga jenis makanan pokok tersebut, jenis umbi-umbian yang umumnya merupakan produksi lokal, justru jumlahnya paling sedikit dikonsumsi oleh penduduk,” papar Prof. dr. Tjandra Yoga Aditama SpP (K) , MARS, DTM&H, DTCE, Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes) Kementerian Kesehatan, di Jakarta, Minggu (25/1)
Survei Konsumsi Makanan Individu (SKMI) dan Analisis Cemaran Kimia Makanan (ACKM), merupakan bagian dari Studi Diet Total (SDT) 2014 termasuk dalam Riset Kesehatan Nasional (Riskesnas) berbasis komunitas, yang dilakukan Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, Kementerian Kesehatan RI.
SKMI sendiri kegiatan mengumpulkan informasi data konsumsi makanan individu yang lengkap, sebagai dasar untuk melakukan kegiatan ACKM untuk menentukan tingkat keterpaparan senyawa kimia pada makanan yang dikonsumsi penduduk.
“SKMI bertujuan untuk memperoleh informasi tentang gambaran pola konsumsi makanan dan tingkat kecukupan zat gizi penduduk, dan untuk menyediakan informasi tentang cara, proses dan alat yang digunakan untuk memasak makanan serta daftar bahan makanan untuk keperluan ACKM,” jelasnya.
Survei berskala nasional pertama di Indonesia ini mengumpulkan data konsumsi individu secara lengkap. Disain penelitian SKMI adalah kros- seksional yang mencakup 191.524 individu pada 51.127 rumah tangga (RT) dan tersebar di 2.080 blok sensus (BS) di seluruh provinsi dan kabupaten/kota di Indonesia. Data yang berhasil dianalisis dikumpulkan dari 2.072 BS, 45.802 RT, 145.360 individu.
Ia melanjutkan, konsumsi protein hewani penduduk Indonesia, terbanyak berasal dari kelompok ikan dan olahan, yaitu sebesar 78,4 gram per orang per hari. Disusul oleh kelompok daging dan olahan sebanyak 42,8 gram per orang per hari, dan tiga kelompok lain yang sedikit dikonsumsi secara berurutan adalah telur dan olahan sebesar 19,7 gram per orang per hari, susu dan olahan sebanyak 6,4 gram per orang per hari, dan kelompok jeroan sebesar 2,1 gram per orang perhari.
“Protein nabati lebih banyak dikonsumsi penduduk dibandingkan protein hewani, terlihat pada konsumsi kacang-kacangan dan olahan dan serealia dan olahan mencapai 56,7 gram dan 257,7 gram per orang per hari,” ungkapnya.
Berdasarkan jumlah penduduk, yang dominan dikonsumsi adalah kacang kedele dan beras dengan kisaran dari 47,7-97,7 persen. Dengan demikian mayoritas sumber protein dalam makanan penduduk adalah protein nabati. (tety)
