10 C
New York
25/04/2026
AktualEkonomi

Balitbang KP Gelar Forum Inovasi Teknologi Akuakultur 2015

1

BOGOR (Pos Sore) – Badan Penelitian dan Pengembangan Kelautan Perikanan (Balitbang KP) menggelar Forum Inovasi Teknologi Akuakultur (FITA) 2015 bertema ‘Inovasi Teknologi Akuakultur dalam Mendukung Kedaulatan Pangan dan Perikanan Lestari’, di International Convention Center IPB, Bogor, pada 8-9 Juni 2015.

Kepala Balitbang KP, Achmad Poernomo, menegaskan, aspek pengembangan dan inovasi teknologi akuakultur adalah salah satu tulang punggung pencapaian target menjadikan Indonesia sebagai produsen perikanan terbesar di dunia.

‘’Untuk mengejar target itu diperlukan beragam teknologi yang inovatif, tepat guna, efektif dan mudah diterapkan oleh stakeholders yang terlibat langsung maupun tidak langsung dalam sistem produksi akuakultur,’’ tegasnya di sela FITA, Senin (8/6).

Salah satu upaya untuk merealisasikan tantangan tersebut dan dalam rangka mempercepat pertumbuhan produksi akuakultur di Indonesia, Pusat Penelitian dan Pengembangan Perikanan Budidaya bekerjasama dengan IPB mengadakan FITA 2015. 

Kegiatan ini bertujuan antara lain sebagai media untuk mendiseminasikan dan mensosialisasikan teknologi dan informasi akuakultur terkini, serta ajang pertukaran informasi antara penghasil dan pengguna teknologi akuakultur di Indonesia.

Selain itu, memacu peneliti, perekayasa dan penghasil teknologi lainnya untuk melakukan inovasi teknologi di bidang akuakultur, serta menjadi akselerator bagi pembangunan akuakultur di Indonesia.

Menurut Achmad, FITA 2015 akan membahas berbagai karya inovasi terkini dari empat kelompok bidang ilmu, yaitu teknologi akuakultur berkelanjutan, nutrisi dan teknologi pakan, kesehatan ikan, serta  genetika dan reproduksi akuakultur.

Kegiatan FITA 2015 sendiri terdiri atas empat kegiatan. Pertama, plenary session berupa presentasi keynote speaker dari dalam dan luar negeri yang terkait dengan kebijakan pemerintahan baru di bidang akuakultur dan perkembangan teknologi terbaru di akuakultur.

Dalam sesi itu menampilkan tiga pembicara utama, yaitu Dr. Fatuchri Sukadi membahas Peluang dan tantangan pengembangan perikanan budidaya dalam mendukung poros maritim,  Prof. Shunsuke Koshio membahas tema Development of maturation diet for crustacean and fish broodstocks, dan Dr. Farshad Shishehcian membahas Current status of advanced technology for shrimp/mariculture in tropical countries.

Kegiatan kedua, temu bisnis yang akan mempertemukan  para inovator dengan pengusaha atau calon investor. Sesi temu bisnis antara lain diisi diskusi Komersialisasi Produk Inovatif Puslitbang Perikanan Budidaya dengan menampilkan tiga narasumber, yaitu: Dr. Tri Heru Prihadi, Dr. Estu Nugroho, dan Dr. Endhay Kusnendar.

“Ketiga, seminar ilmiah membahas hasil-hasil riset terbaru dari para peneliti, perekayasa, akademisi, dan stakeholder lainnya yang terkait dengan multi aspek penelitian dan pengembangan IPTEK dan inovasi di bidang akuakultur. Ada puluhan hasil riset mutakhir tentang beragam inovasi teknologi akuakultur dibahas dalam seminar yang berlangsung hampir dua hari penuh,” paparnya.

Yang tidak kalah menarik adalah pameran produk hasil inovasi para peneliti Balitbang Kelautan dan Perikanan. Ada setidaknya 75 karya riset yang ditampilkan dalam sesi poster. Semuanya disajikan dengan kemasan yang secara menarik untuk memuaskan keingintahuan peserta dan pengunjung FITA 2015. (tety)

Leave a Comment