14.8 C
New York
30/04/2026
AktualEkonomi

Awal Ramadhan 1441 H, LPDB-KUMKM Manfaatkan ‘Silahturahmi Virtual’

JAKARTA (Pos Sore) — Hari pertama puasa, Jumat (24/4), Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi, Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (LPDB-KUMKM) mengadakan silahturahmi virtual bersama Direksi dan seluruh karyawan LPDB-KUMKM melalui aplikasi meeting berbasis digital Zoom.

Membuka pertemuan singkat tersebut, Direktur Utama LPDB-KUMKM Supomo menyampaikan pentingnya 3 kata sederhana namun berdampak besar bagi sekitar, yakni “tolong”, “maaf”, dan “terima kasih”. Ketiga kata sakti tersebut menjadi prinsip hidupnya dalam bersosialisasi di mana punberada, terutama di lingkungan kerja.

”Dasarnya adalah komunikasi yang baik yang menjadikan suasana lingkungan menjadi kondusif, terutama saat perusahaan menghadapi masa-masa sulit,” kata Supomo seraya meminta maaf bila kondisi pandemi Covid-19 membuat dirinya tidak bisa hadir secara fisik di tengah-tengah karyawan.

Ia juga menyampaikan, kegiatan “blusukan” ke mitra-mitra LPDB-KUMKM tetap dilakukan. Sebagai upaya jemput bola dan tindakan nyata LPDB-KUMKM di tengah-tengah kesulitan yang dialami masyarakat, terutama dihadapi oleh para pelaku usaha mikro, kecil dan menengah, khususnya koperasi.

Hal tersebut dilakukan atas dasar hanya koperasi yang mampu menopang krisis ekonomi yang menghardik Indonesia saat ini. Krisis ekonomi yang dialami Indonesia pada tahun 1998, 2008 dan 2013 menjadi bukti nyata hanya koperasi yang mampu bertahan di tengah guncangan ekonomi yang sangat berat pada saat itu.

Koperasi menjadi soko guru perekonomian nasional, yang dapat diartikan bahwa koperasi sebagai pilar atau ”tulang punggung” perekonomian. Sehingga, jelas adanya koperasi menjadi pilar utama perekonomian nasional.

“Tekanan dan kondisi seperti ini memang berat bagi semua pihak, namun kita harus tetap bergandengan tangan, saling memahami, tetap berintegritas dan berkomunikasi yang baik, pasti kita mampu melewatinya, tidak lepas dari bantuan Tuhan Yang Maha Esa,” harap Supomo.

“Di bulan suci ini selayaknya seluruh karyawan merenungi dan menata diri kembali bersandar pada kehadiran spiritualitas Sang Pencipta. Memaknai komunikasi manusia dengan Tuhan kunci dasar ketenangan hidup, sehingga berimplikasi pada ketentraman jiwa,” tutupnya. (tety)

Leave a Comment