9.3 C
New York
19/04/2026
AktualKesra

Atasi Kejahatan Dunia Maya, Kemenko Polhukam ke Belanda

JAKARTA (Pos Sore) — Sebanyak 20 staf Kementerian Koordinasi Politik Hukum dan Keamanan (Kemenkopolhukam) meraih beasiswa tailor-made training StuNed dari Pemerintah Kerajaan Belanda melalui Nuffic Neso Indonesia. Mereka akan mengikuti pelatihan ‘Capacity Building on Cyberspace Security and Resilience’.

Penyerahan beasiswa disampaikan secara simbolis oleh Direktur Nuffic Neso Indonesia, Peter van Tuijl kepada Deputi Bidang Koordinasi Komunikasi, Informasi dan Aparatur (Kominfotur) Kemenko Polhukam, Warsono, di Jakarta (20/11). Hadir dalam acara ini, Penasehat Keamanan Regional Kedutaan Besar Belanda, Angele Samura, dan jajaran pejabat di lingkungan Kemenko Polhukam.

Dalam sambutannya, Warsono menyatakan, pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan staf Polhukam dalam pengelolaan keamanan dunia maya. Terlebih kejahatan dunia maya makin meningkat. Mulai dari sektor perbankan sampai terorisme, yang dapat berdampak masif sampai ke tingkat nasional.

“Hal ini membutuhkan penanganan yang lebih kompleks, sehingga dianggap perlu untuk mendalami teknologi Belanda yang lebih maju,” ujarnya lebih lanjut.

Kekuatiran yang sama juga diungkapkan Angele Samura. Katanya ancaman dunia maya meningkat signifikan dalam dua tahun terakhir ini. Tidak hanya di Indonesia, tetapi juga di seluruh dunia, termasuk Belanda.

“Karenanya, perlu kemitraan untuk penanganannya, antara lain dalam bentuk pelatihan seperti ini. Mulai 4 Desember 2017, para peserta akan mengikuti pelatihan yang diselenggarakan oleh Crisisplan BV selama dua minggu di Leiden dan Den Haag,” katanya.

“Tailor-made training ini salah satu modalitas StuNed untuk merancang pelatihan sesuai kebutuhan Polhukam. Pemilihan penyelenggara pelatihan dilakukan dengan sistem tender, yang dimenangkan oleh Crisisplan BV yang membentuk konsorsium dengan Cyber Security Academy di Belanda,” jelas Peter van Tuijl.

(tety)

Leave a Comment