8.8 C
New York
25/04/2026
Aktual

Asia Pulp and Paper Dukung Skema IFCC

JAKARTA (Pos Sore) — Programme for the Endorsement of Forest Certification (PEFC) menyetujui Skema Sertifikasi Pengelolaan Hutan Lestari dari Organisasi Kerjasama Sertifikasi Kehutanan Indonesia (Indonesian Forestry Certification Cooperation/IFCC). Dengan demikian, langkah penting bagi industri kehutanan Indonesia sudah dicapai.

Ketua IFCC Drajad H Wibowo mengatakan harus ada keseimbangan yang melindungi baik hutan maupun manusia yang kehidupannya bergantung pada hutan adalah hal yang sangat penting untuk mencapai keberlanjutan jangka panjang.

“Pemilik dan pengelola hutan sekarang dapat menunjukkan praktek baiknya melalui sertifikasi ini dan mendapatkan kepercayaan lebih dari pasar. Indonesia menyadari pentingnya pengelolaan hutan yang lestari, dan kami mendorong pembeli internasional untuk mempertimbangkan kembali produk hutan bersertifikasi dari Indonesia, dan mengapresiasi mereka yang berkomitmen untuk menjaga sumber daya hutan kami,” jelas Dradjad, Selasa (14/10).

“Pemilik dan pengelola hutan sekarang dapat menunjukkan praktek baiknya melalui sertifikasi ini.”

Direktur Asia Pulp and Paper (APP) Suhendra Wiriadinata mengatakan lewat PEFC produk APP makin dipercaya pembeli. PEFC berfungsi sebagai tolak ukur yang dapat dipercaya oleh pembeli.

Sebagai pemimpin industri, kata Suhendra, APP berniat untuk melampaui standar sertifikasi yang ada sebagai upaya perusahaan untuk meyakinkan pasar bahwa produk kehutanan bisa selestari mungkin.

“Itulah mengapa kami memiliki komitmen Tanpa Deforestasi dan akan terus bekerja bersama para pemangku kepentingan lain yang beroperasi di lanskap Indonesia untuk memastikan hutan kita memiliki masa depan yang lestari,” papar Suhendra.

 “APP berniat untuk melampaui standar sertifikasi yang ada sebagai upaya perusahaan untuk meyakinkan pasar bahwa produk kehutanan bisa selestari mungkin.”

Sementara itu pada Februari 2013, APP mengumumkan Kebijakan Konservasi Hutan APP, dimana APP memberlakukan moratorium terhadap pembukaan hutan alam, dengan tujuan memastikan tidak adanya deforestasi dalam seluruh rantai pasokannya.

Menyusul kebijakan ini, pada April 2014, APP berkomitmen untuk mendukung perlindungan dan restorasi satu juta hektar lahan hutan di Indonesia.

Perluas Pasar

Asia Pulp & Paper Group (APP) merupakan merek dagang untuk sekelompok perusahaan manufaktur pulp dan kertas di Indonesia dan China.

APP bertanggung jawab untuk menyediakan produk berkualitar untuk memenuhi permintaan global yang terus meningkat akan tisu, packaging, dan kertas. Setiap hari, produk kami berada di tangan para konsumer dalam berbagai bentuk dan merek di seluruh dunia.

“APP bertanggung jawab untuk menyediakan produk berkualitar untuk memenuhi permintaan global yang terus meningkat.”

Dimulai di tahun 1972 dengan Tjiwi Kimia yang memproduksi soda kaustik (caustic soda), sekarang kami memiliki operasi di seluruh Indonesia dan China dengan kapasitas produksi gabungan pulp, kertas, packaging dan converting sebesar lebih dari 19 juta ton per tahun.

Sekarang, APP memasarkan produknya ke lebih dari 120 negara di enam benua. Dalam perjalanannya, APP telah memperluas operasi secara signifikan melalui akuisisi dan ekspansi beberapa pabrik pulp dan kertas.

Suhendra menambahkan sudah menjadi komitmen perseroan untuk memuaskan pelanggan. “Dan itu memungkinkan untuk terus meningkatkan pangsa pasar kami di pasar dunia dan memperluas keberadaan kami melalui kantor kami di berbagai negara. Kami percaya ‘tradisi dan modernitas berjalan berdampingan’ yang berarti kami menghargai hubungan jangka panjang sebagai bagian dari tradisi Timur, namun kami juga berhasrat untuk merangkul nilai-nilai modern akan inovasi dan efisiensi,” jelas Suhendra.

Ia menambahkan APP selalu menjaga integritas rantai pasokan. Pasalnya, kata dia, hal itu sangat penting bagi operasional APP, selain berkomitmen terhadap Sustainability Roadmap Vision 2020.(fent)

Leave a Comment