06/05/2026
Aktual

ARSSI Dorong RS Swasta Jadi Pilihan Masyarakat Indonesia

JAKARTA (Pos Sore) — Ketua Umum Asosiasi Rumah Sakit Swasta Indonesia (ARSSI), Drg Susi Setiawati MARS, menegaskan, dalam era Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dan era MEA (Masyarakat Ekonomi Asean), rumah sakit harus mempersiapkan diri agar tetap menjadi rumah sakit pilihan bagi masyarakat yang memerlukan layanan kesehatan.

Menurutnya, rumah sakit pilihan adalah rumah sakit yang memberikan layanan terbaik hampir di seluruh layanan. Untuk menjadi rumah sakit pilihan memang tidak mudah. Namun, itu dapat terjadi bila semua pimpinan dan staf berkomitmen memberikan layanan terbaik.

“ARSSI sangat peduli agar RS. Swasta Indonesia tetap menjadi pilihan masyarakat Indonesia,” tandasnya, di sela Seminar Nasional III & Health Care Expo II Asosiasi Rumah Sakit Swasta Indonesia, yang dibuka oleh Menteri Kesehatan Nila F Moeloek, di Jakarta, Rabu (18/5).

Seminar yang berlangsung dua hari itu mengangkat tema ‘Menyiapkan Rumah Sakit Indonesia Menjadi Rumah Sakit Pilihan Melalui Pelayanan Prima Di Era Jaminan Kesehatan Nasional & MEA’.

Ia melanjutkan, pihaknya tidak menampik, dalam pelaksanaan JKN masih banyak rumah sakit yang menghadapi beberapa kendala. Terutama terkait clinical pathway, coding dan verifikasi klaim, audit medik, tarif INACBGs, sistem remunerasi, kendali biaya dan mutu, pengadaan obat dan alkes sesuai E-catalog.

Rumah sakit juga belum optimal dalam melaksanakan Coordination Of Benefit (COB) dengan asuransi kesehatan dikarenakan belum jelasnya sistem COB

Karenanya, kata dia, menghadapi situasi persaingan global dengan berbagai situasi yang penuh tantangan dan kompetisi, rumah sakit dituntut harus senantiasa merumuskan strategi yang tepat secara komprehensif.

“Dalam menunjang pelayanan yang berkualitas, kendali biaya, dan keselamatan pasien, tidak bisa dipungkiri sistem informasi yang terintegrasi antar layanan sudah mendesak untuk disiapkan dan diadakan oleh rumah sakit. Hal ini sangat diperlukan dalam pelaksanaan JKN yaitu dengan bridging sistem informasi antara BPJS dan SIRS,” tambahnya.

Selain itu, akreditasi rumah sakit harus terus ditingkatkan karena menjadi salah satu persyaratan dalam memberikan jaminan mutu layanan, yang juga salah satu syarat menjadi provider BPJS. (tety)

Leave a Comment