14.9 C
New York
25/04/2026
AktualKesra

Arrahman Center Kirim 40 Relawan ke Lokasi Bencana Sulawesi Tengah

JAKARTA (Pos Sore) — Arrahman Center menerjunkan 40 relawan dalam dua tahap guna membangun kembali perekonomian penduduk yang wilayahnya hancur akibat goncangan gempa bumi, tsunami, dan likuifaksi di Palu, Sigi, dan Donggala, Sulawesi Tengah.

“Untuk tahap awal diberangkatkan 20 relawan. Mereka di sana selama 20 hari. Sisanya, 20 relawan lagi akan berangkat setelah relawan gelombang pertama pulang,” kata pendiri Arrahman Center, yang juga pendiri Lembaga Pendidikan dan Pengembangan Profesi Indonesia (LP3I) Group, M. Syahrial Yusuf usai melepas keberangkatan 20 relawan ke Palu dan Donggala, di Jakarta, Jumat (19/10).

Bantuan yang diberikan bukan dalam bentuk logistik, tetapi lebih kepada menghidupkan kembali perekonomian para korban. Para relawan juga ditugaskan untuk membangun sisi spritual masyarakat agar lebih mendekatkan diri pada masalah ibadah. Di antaranya, mengajak bapak-bapak untuk ke masjid.

Syahrial yang juga pemilik Institut STIAMI, menerangkan, pengiriman relawan ke Palu dan Donggala ini menjadi gerakan pertama Arrahman Center. Karenanya, ia mengharapkan ini bisa menjadi gerakan kemanusiaan terbaik.

“Selama ini, bantuan yang diberikan sejumlah lembaga kemanusiaan hanya berupa pakaian dan makanan. Namun, bantuan yang kami berikan juga ada perbaikan moral dan mendekatkan diri pada Tuhan,” tutur pemilik sejumlah perusahaan ini.

Tujuannya, kata Syahrial, agar para korban bisa lebih meningkatkan iman dan takwa. Bagi yang beragama Islam, kami akan mengajak menegakkan shalat 5 waktu, berdoa setelah shalat dan membaca Al-Quran.

Menurut Syahrial, para relawan juga akan menyiapkan peluang usaha untuk mengatasi masalah ekonomi para korban. Nantinya, para relawan akan membangun 40 unit rumah Arrahman Center (ARC) sebagai pusat kegiatan. Dalam satu rumah akan diberikan bantuan ekonomi berupa hewan ternak, yaitu 20 ekor ayam kampung dan 40 ekor kambing.

Nantinya hewan ternak tersebut dipelihara dan dibesarkan sebagai peluang usaha untuk memperbaiki perekonomian. “Dalam satu rumah, nantinya dipimpin oleh 10 orang tokoh masyarakat, 10 pemuda dan 2 anggota masyarakat miskin,” terang Syarial.

Syahrial berharap, pengiriman relawan ke Palu dan Donggala, bisa segera mengurangi masalah. Terutama masalah kemiskinan, penangguran, dan membantu anak yatim, serta membuka peluang usaha.

“Kami menjalankan konsep gerakan memberi dan berbagi 10 persen dari pendapatan, ilmu, dan waktu untuk dapat membantu anak yatim dan fakir miskin,” kata Syahrial.

Pihaknya pun mengajak tokoh masyarakat atau agama, warga sekitar untuk mau memberi 10 persen dari apa yang mereka miliki untuk anak yatim piatu dan fakir miskin. Ajakan ini tak lepas dari apa yang sudah dilakukannya selama ini, yang ternyata memberikan dampak luar biasa pada sisi perekonomian dan spritualnya. (tety)

Leave a Comment