05/05/2026
Aktual

ARIM Technologies dan Intech Tawarkan Penangkal Serangan Siber Canggih

Tanah Abang-20160112-01596

JAKARTA (Pos Sore) — ARIM Technologies bekerjasama dengan PT Jaringan Intech Indonesia menghadirkan Managed Security Service Provider (MSSP). Ini adalah penyedia layanan untuk mengelola perangkat/piranti keamanan dan sistem.

Teknologi itu bisa mendeteksi intrusi, virtual private network, enkripsi, spam blocking, pemindaian kerentanan, uji coba keamanan siber, prevensi kehilangan data, serta forensik data dan layanan antivirus.

“Kami ingin memperkenalkan teknologi yang inovatif, yang dapat menyesuaikan dengan ancaman siber yang semakin berkembang,” kata Ivan Goh, CEO dan Co-founder ARIM Technologies, di Jakarta, Selasa (12/1).

Menurutnya, kerjasama ini dapat mendukung perusahaan-perusahaan lokal untuk fokus pada pertumbuhan bisnis mereka tanpa khawatir dengan ancaman siber yang dapat merusak.

Dia mengatakan, meskipun teknologi keamanan membantu perusahaan membuat terobosan untuk menangkal kejahatan siber, namun perusahaan kerap terjebak dalam paradoks. Dalam arti tidak menempatkan orang-orang dan proses yang tepat untuk memaksimalkan kelebihan-kelebihan yang ada di dalamnya.

“Perusahaan juga perlu berpikir layaknya penyerang untuk melindungi diri dari kejahatan siber. Dengan Cyber Kill Chain model, memudahkan perusahaan untuk mempelajari karakter dari penyerang,” tambahnya.

IMG-20160112-01592

Sementara itu, Managing Director PT Jaringan Intech Indonesia, Mei Sen, menyambut baik kerjasama ini. Menurutnya, dengan pengetahuan dan pengalaman di bidang piranti lunak untuk korporasi dipadu dengan keahlian di bidang keamanan siber kelas dunia, akan lahir program-program yang dapat membantu keamanan siber di era kebangkitan ekonomi online Indonesia.

“PT Jaringan Intech Indonesia berpengalaman selama 15 tahun di bidang piranti lunak dan infrastruktur jaringan untuk korporasi, sedangkan ARIM Technologies dengan inovasinya memiliki kemampuan teruji di bidang keamanan siber,” paparnya.

Dengan kerjasama ini diharapkan dapat memberikan salah satu pilihan solusi untuk menangkal ancaman siber yang terus berkembang baik cara maupun metode dan teknologinya demi mendukung majunya dunia usaha di Indonesia.

Kerjasama itu sendiri dilatarbelakangi dengan semakin meningkatnya pengguna internet, yang bisa menjadi sumber potensial bagi dunia usaha. Namun, pertumbuhan yang tinggi ini juga mengundang datangnya ancaman siber canggih para peretas yang ingin mencuri data rahasia perusahaan.

Berdasarkan data yang rilis oleh Akamai (State of The Internet Report), Indonesia menempati urutan kedua di dunia dalam hal serangan siber. Sedangkan posisi pertama ditempati China, disusul Amerika Serikat, Turki dan Rusia.

“Pada kuartal pertama tahun 2013, Indonesia menjadi sumber serangan siber sebanyak 21 persen, meningkat dari tahun sebelumnya sebesar 0,7%,” tambah Mei Sen.

Riset tersebut juga diperkuat oleh data dari Security Incident Response Team on Internet Infrastructure (SIRTII) yang menyatakan pada 2014 Indonesia mengalami serangan siber sebanyak 48,4 juta. Kondisi ini jelas membahayakan pertumbuhan dunia usaha di Indonesia. (tety)

Leave a Comment