POSSORE.ID, Jakarta — Kepala Biro Umum Sekretariat Jenderal Kementerian Agama RI H Aceng Abdul Azis menginformasikan, bantuan kurma dari pemerintah Saudi untuk umat Islam Indonesia sudah disalurkan semua.
“Gudang penampungan sudah kosong. Sudah habis disalurkan sejak pekan pertama ramadhan,” katanya kepada Pos Sore, Senin, di Jakarta.
Seperti halnya tahun lalu, Ramadhan tahun ini, 1447 H, pemerintah Saudi Arabia kembali memberikan bantuan kurma untuk umat Islam Indonesia.
Dikutip dari Kemenag.id, tahun ini Saudi memberikan bantuan kurma untuk Indonesia sebanyak 100 ton. Sama dengan tahun lalu.
Bantuan ini disalurkan melalui Kementerian Agama RI dengan Biro Umum Setjen Kemenag sebagai pelaksana teknis.
Menurut Sahuri Saeran, Kabid di Biro Umum, penyaluran kurma ke masyarakat juga dilakukan melalui Masjid Istqlal, DPR-RI, Muhammadiyah dan Nahdatul Ulama.
Anggota DPR menyalurkan kurma ke masyrakat di Daerah Pemilihan atau Dapil masing-masing. Sedang NU dan Muhammadiyah, selain ke internal organisasi juga untuk masyarakat secara umum.
Berbagai masjid dan yayasan juga mengambil langsung ke Kementerian Agama Pusat di Jakarta. Mereka atas nama DKM, mengajukan surat permohonan ke Biro Umum.
“Mereka kemudian mengambil langsung ke panitia di Kemenag,” ungkapnya.
Kementerian Agama, kata Sahuri, tidak mengirim langsung kurma kepada masjid-masjid atau ormas Islam di berbagai daerah, kerena tidak ada anggaran untuk biaya pengiriman.
Terkait cakupan bantuan kurma kepada masyarakat, Aceng Abdul Azis mengatakan, cukup merata. “Banyak masjid di daerah-daerah ikut menerima”, ujarnya.
Aceng meminta maaf kepada umat Islam yang belum menerima atau menerima tapi jumlah kurma yang diterima belum sesuai harapan. Ia berharap semoga tahun depan, bantuan kurma dari Saudi lebih banyak.
