JAKARTA (Pos Sore) — Menteri Ketenagakerjaan M Hanif Dhakiri mengajak generasi muda Indonesia meningkatkan daya saing agar dapat memenangkan kompetisi di dunia kerja dan turut memberikan kontribusi penting dalam membangun bangsa.
Menurutnya, saat ini Indonesia sedang mengalami masa “bonus demografi”, dengan jumlah penduduk usia produktif lebih banyak dibanding usia muda dan lanjut usia. Hasil proyeksi penduduk tahun 2010-2035 menunjukkan bahwa Indonesia kini memasuki era bonus demografi yang puncaknya diperkirakan tahun 2028-2030.
Hanif mengatakan kehadiran bonus demografi menjadi suatu peluang sekaligus tantangan yang harus dikelola secara baik agar memberikan keuntungan maksimal di masa mendatang. Di bidang ketenagakerjaan Bonus demografi harus dimanfaatkan secara optimal melalui peningkatan kualitas SDM, penyiapan tenaga kerja dan strategi pembangunan kependudukan.
“Tantangan utama yang harus menjadi perhatian jangka menengah ataupun panjang ialah investasi dan pembangunan SDM berkualitas. Karena itu, masalah kependudukan dan peningkatan kualitas SDM menjadi salah satu fokus utama kerja pemerintah.”
Salah satu solusi mengurangi angka pengangguran adalah menyesuaikan keterampilan dan kompetensi tenaga kerja dengan pasar kerja. Menurut Hanif rendahnya standar kualitas keterampilan dan kompetensi kerja kerap mengakibatkan calon tenaga kerja sulit menembus lowongan-lowongan yang disediakan pasar kerja dan industri di Tanah Air.
Untuk meningkatkan kualitas angkatan kerja, menurut Hanif Kementerian Ketenagakerjaan terus menggalakkan peran 17 Balai Latihan Kerja (BLK )milik Kemnkertrans dan 262 Unit BLK milik pemda provinsi, kabupaten, dan kota yang ada di seluruh Indonesia.
Dengan beragam upaya yang dijalankan pemerintah untuk meningkatkan kualitas SDM, Hanif optimistis tenaga kerja Indonesia dapat bersaing dengan para pencari kerja dari yang berasal dari luar negeri, khususnya menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) telah dibuka pada akhir 2015. (hasyim)
