JAKARTA (Possore.id) — Google Playstore telah merilis aplikasi Peta Indonesia kepanjangan dari Pembela Tanah Air Indonesia pada 11 Oktober 2023.
Dalam google playstore disebutkan pencipta aplikasi adalah Susianah Affandy, anggota Muslimat NU yang juga Tokoh Perempuan.
Menurut keterangan google playstore, aplikasi tersebut memiliki fungsi untuk memberikan edukasi politik dalam menangkal hoax dan hate speech pada Pemilu 2024.
Fitur yang disediakan aplikasi Peta Indonesia antara lain, pertama, pendaftaran pelatihan.
Kedua, membuka layanan pengaduan masyarakat tentang kasus hoax dan hate speech. Ketiga, cek hoax dan hate speech.
Aplikasi ini juga terhubung dengan website Kominfo RI sehingga hanya dengan klik cek hoax kita bisa akan masuk ke laman Kominfo RI.
Di laman Kominfo kita bisa melakukan pengecekan secara langsung kasus-kasus yang ditengarai mengandung unsur hoax dan hate speech.
Susianah menjelaskan alasan menciptakan aplikasi ini karena dua hal. Pertama, memberikan akses yang mudah bagi masyarakat untuk melaporkan kasus-kasus hoax dan hate speech yang terjadi menjelang Pemilu 2024.
“Karena sebagian besar masyarakat adalah awam dalam digital, maka menu yang disediakan dalam aplikasi bentuknya sederhana,” tuturnya, Kamis 12 Oktober 2023.
Susianah melihat selama ini masyarakat, khususnya ibu-ibu mudah sekali menyebarkan info hoax dan hate speech karena ketidaktahuan mereka dalam literasi digital.
Masyarakat juga awam ke mana harus melaporkan kasus dan melakukan konfirmasi hoax dan hate speech.
Fitur dalam aplikasi bentuknya sangat sederhana mengikuti kebutuhan sebagian besar masyarakat.
“Kami ingin aplikasi ini mudah diakses oleh masyarakat Indonesia, khususnya kaum Ibu-Ibu yang sangat rentan terpapar hoax dan hate speech,β ujar Susianah.
Tujuan kedua penciptaan aplikasi ini menurut Susianah dimaksudkan untuk mewujudkan Pemilu damai 2024.
βIni merupakan ikhtiar dari kami kader bangsa memberikan sumbangsih dalam mewujudkan Pemilu Damai,” ucapnya.
Kita belajar bagaimana penyebaran hoax dan hate speech pada Pemilu 2014 dan 2019 membuat kehidupan masyarakat tidak harmoni.
Saling serang antarsimpatisan, bahkan mengancam adanya polarisasi di tengah kehidupan berbangsa dan bernegara.
“Pemilu 2024 hal tersebut tidak boleh diulang jika kita sebagai bangsa ingin menyongsong Indonesia maju,β tandas Susianah.
Susianah merupakan anggota Muslimat NU yang selama ini berhikmad kepada upaya perlindungan perempuan dan anak di Indonesia.
Saat menjabat sebagai Komisioner KPAI periode 2017-2022, ia merupakan Kepala Divisi Pengaduan sehingga berhadapan langsung dengan ribuan permasalahan berkaitan pelanggaran hak anak.
Pengalaman tersebut kini diteruskan dalam layanan literasi politik, tangkal hoax dan hate speech.
Aplikasi ini juga merupakan implementasi dari karya Tulis Taskap oleh Susianah Affandy saat menyelesaikan pendidikan PPRA LXII Lemhannas RI tahun 2021.
Untuk mewujudkan harapan Pemilu 2024 yang damai tanpa goax, pihaknya tidak bekerja sendiri. “Kami akan bekerja sama dengan Cyber Crime Mabes Polri”.
Selain itu, akan bekerjasama dengan Polres seluruh Indonesia untuk memberikan pelatihan tangkal hoax dan hate speech Pemilu 2024.
“Insyaallah kami akan adakan launching program Peta Indonesia dalam waktu dekat dengan diikuti kurang lebih 6500 orang,β kata Susianah.
Aplikasi Pembela Tanah Air Indonesia (Peta Indonesia) dalam didownload di https://play.google.com/store/apps/details?id=id.digitaloasis.peta
