Fadli Zon (kini anggota DPR) dan Andika Perkasa (masih Kapten) foto bareng, tahun 1997. (foto: twitter)
Possore.com — Jenderal Andika Perkasa disetujui sebagai Panglima TNI yang baru dalam Rapat Paripurna DPR di Gedung Nusantara II, Senayan, Jakarta, Senin (8/11).
Jenderal Andika sejak diusulkan Presiden Jokowi menjadi calon tunggal Panglima TNI,pekan lalu, seketika menjadi sorotan banyak pihak. Penunjukan dia sebagai calon Panglima menjadi teka-teka politik. Para wakil rakyat menyadari betul jabatan Jenderal Andika hanya satu tahun. Namun tetap berharap menantu tokoh intelijen Jenderal AM Hendro Priyono itu mampu berbuat banyak.
Selain mendapat penolakan dari koalisi LSM karena diduga terlibat kasus HAM di Papua, Jenderal Andika juga ”digadang-gadang” akan menjadi salah satu bakal calon presiden pada Pilpres 2024. Peluang atau kemungkinan terakhir ini, yang bakal meramaikan bursa Capres menjadi menarik,karena orang kemudian membayangkan histori naiknya Mantan Kasospol TNI Susilo Bambang Yudhoyono menjadi presiden.
Apakah salah satu kehebatan yang dimiliki SBY ketika menjabat di TNI, yaitu bergaul juga dengan tokoh tokoh sipil atau kalangan akademisi, dimiliki juga oleh Jenderal Andika?
Informasi tentang ini belum banyak terungkap. Tapi menyaksikan foto bareng Andika Perkasa ketika masih berpangkat kaptes di Kopassus dengan Fadli Zon yang kini tokoh di Partai Gerindra cukup menarik. Foto itu memang foto lawas, tahun 1997. Tapi nampaknya sengaja ditayangkan Fadli Zon melalui akun medsosnya, dan ini bisa saja memancing spekulasi.
Puan Berharap Banyak
DPR RI mengesahkan setelah Komisi I DPR RI menyetujui pilihan Presiden Joko Widodo yang mengajukan nama Jenderal Andika sebagai calon tunggal Panglima TNI. “Selamat kepada calon Panglima TNI semoga dapat menjalankan peran strategis dalam memimpin TNI dan melaksanakan kebijakan pertahanan negara dengan penuh tanggung jawab dan amanah,” kata Puan saat memimpin Rapat Paripurna.
Ketua DPR RI berharap, Andika bisa bekerja maksimal meski masa jabatan jenderal bintang empat itu hanya setahun. “Kemarin kita sudah dengar visi dan misi calon Panglima TNI. Mudah-mudahan dalam waktu relatif singkat, yaitu 1 tahun, program-program Pak Andika dapat terlaksana,” ujar Puan.
Dalam Rapat Paripurna, Jenderal Andika hadir dan diperkenalkan di hadapan anggota dewan. Andika dipilih sebagai Panglima TNI untuk menggantikan Marsekal Hadi Tjahjanto yang akan memasuki masa pensiun pada November ini. Lebih lanjut, Puan mengatakan DPR akan segera mengirim surat persetujuan Panglima baru TNI kepada Presiden Jokowi.
Usai mendapat persetujuan DPR, tahap selanjutnya dalam pengangkatan Panglima TNI adalah pelantikan oleh presiden.
Andika sendiri Desember depan tepat berusia 57 tahun, yang berarti masa dia menjabat sebagai Panglima TNI hanya kurang lebih satu tahun. Namun keadaan itu, bagi Puan Maharani, justru menjadi tantangan bagi Jenderal Andika untuk bisa
mewujudkan program-programnya untuk membawa TNI menjadi kekuatan pertahanan yang unggul dan hebat sebelum memasuki masa pensiun nanti.
Saat Rapat Dengar Pendapat Umum dengan Komisi I DPR RI Sabtu (6/11) Jenderal Andika mengusung visi ‘TNI Adalah Kita’. Dia juga mengusung 8 program prioritas. (lya)
