6.5 C
New York
26/04/2026
Ekonomi

AMKRI Tentang Wacana Ekspor Bahan Baku Rotan

JAKARTA (Pos Sore) –Dewan Penasehat Asosiasi Mebel dan Kerajinan Rotan Indonesia (AMKRI), Sunoto menentang adanya wacana mengespor bahan baku rotan yang belakangan santer dibicarakan. Pemerintah diminta tetap pada ketetapan selama ini menutup kran ekspor bahan baku rotan, karena jika wacana ini terjadi berarti pemerintah menyodorkan peluru ke musuh untuk menembaki diri sendiri.

”Saat ini pemerintah sudah ‘on the track untuk meningkatkan nilai tambah di dalam negeri Harapannya, kebijakan untuk industri rotan ini jngan dibuat abu-abu.Jika ditutup,benar-benar ditutup agar investor tertarik dan  punya kepastian berusaha.”

Lagipula katanya, adanya keinginan untuk membuka ekspor bahan baku rotan juga muncul dari segelintir pelaku usaha yang bukan pengusaha Indonesia yang cemburu dengan adnya keuntungan yang diraih akibat fluktuasi rupiah terhadap dolar yang terjadi beberapa bulan belakangan.

“Saya harap pemerintah tidak terpengaruh dan tetap ‘on the track’. Karena, kebutuhan bahan baku rotan untuk industri di dalam negeri mencapai 3000 ton per bulan di wilayah Cirecon saja, jauh lebih besar dari iming-iming ekspor yang hanya 700 ton dari 7 perusahaan saja,” ungkapnya di Pekan Raya Jakarta, Kamis (22/10).

Jika ada pernyataan yang muncul bahwa ekspor mebel rotan turun saat ini dan bahan baku menumpuk,kata Sunoto, itu hanya akal-akalan segelintur orang yang ingin melemahkan industri ini. “Kalau ekspor menurun ini memang hukum alam.Tetapi jangan salah, ketersediaan bahan baku rotan di hutan alam kita juga mulai sulit. Penurunan ekspor justru tidak sebanding dengan ketersediaan rotan di dalam.”

Makanya, kata Sunoto, pihaknya menentang adanya wacana untuk mengekspor bahan baku rotan atau sejenninya. “Kita juga harus hati-hati menghadapai MEA (Masyarakat Ekonomi Asean). Karena jika political will pemerintah tidak jelas, maka kita malah bunuh diri dengan membuka pintu peluang usaha bagi asing untuk menyerbu pasar lokal.”

Justru, katanya, sesuai UU No 3/2014  yang menututp kran ekspor sangat tepat untuk menumbuhkan industri di dalam negeri dan meningkatkan nilai tambah. “Pemerintah jangan terpengaruh dengan segelintir kepala.Kita harus berpikir rasional untuk menyejahterakan rakyat dengan menumbuhkan industri di dalam negeri.”

Sementara itu Ketua Umum AMKRI, Rudi Salim menambahkan, pemerintah harus mencermati alasan akal-akalan untuk mengekspor bahan baku rotan.”Saat ini pemerintah sudah ‘on the track untuk meningkatkan nilai tambah di dalam negeri Harapannya, kebijakan untuk industri rotan ini jngan dibuat abu-abu.Jika ditutup,benar-benar ditutup agar investor tertarik dan  punya kepastian berusaha.”

Dia juga menuntut agar aparat kepolisian serius dan tegas menindak oknum pelaku ekspor nakal yang masih kucing-kucingan mengekspor bahan baku rotal seacara ilegal.

Sekjen AMKRI, Abdul Sobur menambahkan, hingga 2019, target ekspor kerajinan mebel dan rotan mencapai US$1,2 miliar dengan kebutuhan bahan baku rotan mencapai 120 ribu ton. “Ini yang harus dijaga pemerintah jika target ini ingin dicapai.

Sebagai masukan, menurut Sunoto, masih adanya kebocoran ekspor bahan baku rotan di lapangan terjadi akibat kurang tegasnya penegakan hukum khususnya di kantong-kantong rawan penyelundupan.

“Jika teman-teman media jeli bisa mengamati di sepanjang jalur Tawao dan Singkawang, di sana lolosnya ekspor bahan baku rotan kita ke luar negeri.Pelakunya juga bukan orang kita.” (fitri)

 

Leave a Comment