JAKARTA, (Pos Sore)– Politisi Partai Golkar, Bambang Soesatyo menilai, alasan kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi yang disampaikan Presiden Joko Widodo beberapa hari lalu tidak masuk akal. Karena itu, kalangan DPR brencana untuk menggalang tandatangan lintas fraksi dengan tujuan para wakil rakyat bakal menggunakan hak interpelasi.
Dikatakan, hak interplasi adalah hak bertanya dewan dengan memanggil presiden. Presiden harus menjelaskan dasar apa yang dia pakai untukk menaikan BBM. Karena. Harga minyak dunia tengah turun. Cash flow juga dikabarkan aman.
“Bagaimana hitung-hitungannya? Jangan seenaknya saja menempuh jalan pintas dengan mengalihkan beban fiskal pemerintah ke pundak rakyat,” tegas dia.
Inisiator Timwas Century ini member sinyal, jika penjelasan presiden atau pemerintah memuaskan, hak interplasii selesai. Namun kalau tidak memuaskan bisa berlanjut ke penggunakan hak dewan yang lain.
“Seperti hak angket dan tidak menutup kemungkinan bisa ke hak menyatakan pendapat atau Impeachment,” pungkasnya.
Fraksi Partai Gerindra di DPR masih pikir-pikir untuk menggunakan hak konstitusinya melakukan interpelasi kepada Presiden Joko Widodo terkait kenaikan harga BBM subsidi.
Dikatakan Bambang, DPR menilai kenaikan harga BBM bersubsidi saat ini sama sekali tidak masuk akal, bahkan sulit diterima akal sehat. Harga BBM bersubsi dinaikan ketika harga minyak di pasar internasional turun drastis, alias lebih rendah dari asumsi APBN tahun berjalan. APBN-P 2014 mengasumsikan harga minyak 105 dolar AS per barel, sementara harga minyak saat ini di dibawah 80 dolar AS per barel.
“Itu artinya, tekanan beban fiskal bagi pemerintah baru relatif belum bertambah karena turunnya harga minyak di pasar internasional. Kita menyesalkan Jokowi mengambil jalan pintas. Dan itu sama artinya Jokowi tidak punya itikad baik terhadap rakyat,”kata dia, Kamis (20/11). (akhir)
