24.2 C
New York
25/07/2024
Aktual

AKI Tinggi, Target MDGs Tidak Tercapai

JAKARTA (Pos Sore) — Angka kematian ibu (AKI) di Indonesia masih tinggi. Tercatat 359 per 100.000 kelahiran. Padahal target MDGs bidang kesehatan ibu: 118 per 100.000 kelahiran.

“Rasanya kita tidak mungkin mencapai target MDGs bidang kesehatan ibu tersebut dalam waktu yang singkat itu,” kata Tb Rachmat Sentika, Staf Ahli Menkokesra Bidang MDGs, dalam temu media, di Jakarta, Selasa (6/5).

Hasil Survei Demogafi dan Kependudukan Indonesia (SDKI) 2012, terdapat kenaikan AKI yang cukup tinggi, dari 228 per 100.000 kelahiran menjadi 359 per 100.000 kelahiran. Tingginya AKI di negeri ini, dipicu oleh beberapa hal. Di antaranya diakibatkan oleh perdarahan, infeksi dan tekanan darah tinggi (eklampsi).

“Selain itu, rendahnya kualitas hidup perempuan, rendahnya rata-rata pendidikan perempuan, derajat kesehatan dan gizi yang rendah, anemia, dan kurang zat besi,” paparnya.

Menurut Rachmat, sebenarnya kasus perdarahan, infeksi dan tekanan darah tinggi, bisa dicegah bila sejak awal diketahui. Gejalanya antara lain kaki bengkak, pertambahan berat badan ibu yang berlebihan, hipertensi, dan bercak perdarahan pada trisemester terakhir.

Dari hasil analisis terkait tingginya AKI, ternyata sebanyak 82% kematian terjadi di usia muda kurang dari 15 tahun, dan di antara 15-20 tahun. Hal itu diperkirakan karena tingginya kawin muda, dan perilaku perilaku seksual remaja yang bergeser lebih muda.

“Seperti umur menstruasi pertama 10-11 tahun, 77% perempuan usia 15-24 tahun sudah punya pacar, dan perilaku berpacaran makin bebas, sehingga dikhawatikan terjadi kehamilan muda, dan aborsi,” ungkapnya.

Untuk mengatasi masalah tersebut, lanjut Rachmat, perlu koordinasi antar pemangku kepentingan, untuk melakukan berbagai langkah cerdas yang bisa mempercepat penurunan AKI. (tety)

Leave a Comment