11.2 C
New York
14/04/2024
Aktual

AKI dan AKB Masih Tinggi, Kemkes Kampanye Peduli Kesehatan Ibu 2014

JAKARTA (Pos Sore) — Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) di Indonesia masih tinggi. Berdasarkan Survei Demografi Kesehatan Ibu Indonesia (SDKI) tahun 2012, AKI mencapi 359 per 100.000 kelahiran hidup dan AKB mencapai 32 per 1000 kelahiran hidup.

Sementara itu, laporan dari daerah yang diterima Kementerian Kesehatan menunjukkan jumlah ibu yang meninggal karena kehamilan dan persalinan pada 2013 sebanyak 5019. Sedangkan jumlah bayi yang meninggal di Indonesia berdasarkan estiminasi SDKI 2012 mencapai 160.681 anak.

“Kematian ibu terjadi pada perempuan yang terlalu muda untuk hamil, ada juga yang terlalu tua untuk hamil, jarak kehamilan yang terlalu berdekatan, serta kehamilan yang terlalu sering,” kata Wakil Menteri Kesehatan, Ali Ghufron Mukti, saat pencanangan Kampanye Peduli Kesehatan Ibu 2014, di Kementerian Kesehatan, Senin (28/4).

Karenanya, berbagai pihak perlu menyadari kehamilan merupakan investasi sumberdaya manysia yang sangat tinggi nilainya sehingga perlu dijaga dengan baik agar sumberdaya manusia yang dilahirkan sehat, bermutu, dan produktif.

Kampanye selama 9 bulan sejak April dan diakhiri pada peringatan Hari Ibu pada 22 Desember 2014, ini juga untuk mengenang jasa seorang tokoh wanita Indonesia, RA Kartini, yang lahir pada 21 April 1879 dan meninggal pada 19 september 1904 dalam usia 25 tahun, 4 hari setelah melahirkan putra pertama dan anak satu-satunya.

Sementara itu, perusahaan farmasi Merck Sharp and Dohme (MSD) Indonesia, yang turut mensupport kampanye ini, menyatakan, masalah kesehatan perempuan khususnya kesehatan ibu, juga komitmen global MSD. MSD memiliki kepedulian yang sama dengan pemerintah bahwa tantangan kematian ibu perlu ditangani secepatnya.

“MSD akan terus bekerja dengan semua pihak agar perempuan Indonesia mendapatkan informasi dan layanan kesehatan yang memadai untuk meningkatkan kesehatannya dan keluarganya. Keluarga Berencana dan kesehatan perempuan merupakan faktor penentunya,” ujar Chris Tan, President and Managing Director MSD Indonesia.

MSD juga mendukung pemerintah dalam mencapai akses universal atas kesehatan reproduksi dan mencapai MDG. Kepedulian MSD salah satunya secara nyata terlihat dari program MSD for Mothers yang menyasar 10.000 pekerja perempuan di beberapa pabrik di Indonesia. (tety)

Leave a Comment