08/05/2026
Aktual

Ahmad Zabadi: Produk UKM Indonesia Bisa Masuk Pasar Global

JAKARTA (Pos Sore) — Direktur Utama Lembaga Layanan Pemasaran (LLP) Kementerian Koperasi dan UKM Ahmad Zabadi berpendapat kalau produk UKM Indonesia bisa menguasai pasar domestik, sudah dipastikan produk tersebut bisa masuk ke pasar global. 

“Kami sebagai pengelola gedung Smesco hanya sebagai sarana pengantar bagi produk UKM masuk ke pasar global,” kata Zabadi dalam diskusi bertema ‘Menguji Ketangguhan Daya Saing UKM di Pasar Global’, di gedung Smesco RumahKU, Jakarta, Rabu (3/8).

Menurut Ahmad Zabadi, pihaknya memang bertugas membantu para UKM untuk bisa meningkatkan daya saing produknya agar mampu kompetitif di pasar global. Untuk diketahui saat ini UKM yang menjadi mitra mereka sudah berjumlah dari 2000 dari seluruh Indonesia.

“Kita selalu mengadakan business matching dengan para buyer dari luar negeri, promosi dagang di luar negeri, dan sebagainya,” kata Ahmad Zabadi.

Ahmad Zabadi menambahkan secara umum produk UKM Indonesia tidak perlu khawatir terkait dayasaing. Karena, sebagian besar produk UKM terutama yang dibina LLP Kemenkop UKM, sudah siap masuk pasar global‎. 

“Sudah banyak delegasi dari negara-negara lain yang datang ke Smesco untuk melihat kualitas produk-produk UKM kita. Mereka merupakan potensial buyer bagi produk UKM kita. Dan sebagian besar produk kita adalah produk kerajinan handmade. Jadi, nilai ekspornya tidak bisa diukur hanya sekadar nilai ekonomis. Yang jelas, ke depan produk UKM kita memiliki prospek yang bagus,” lanjut Ahmad Zabadi.

Sayangnya, masih banyak kesan di masyarakat yang menyebutkan kualitas produk UKM Indonesia masih kalah dibanding produk asal luar negeri. Meski begitu tugas LLP untuk mengubah mindset tersebut supaya masyarakat dengan lebih mencintai produk buatan negeri sendiri. 

“Kalau masyarakat berpihak pada produk lokal dengan membeli, maka kualitas mereka pun akan meningkat,” ujarnya.

Sementara itu, dalam kesempatan yang sama, produsen manisan buah mangga asal Cirebon, Buyung, menjelaskan dari sisi kualitas produk tidak kalah dengan produk asal negara lain. Hanya saja, mereka lebih bisa diterima pasar karena memiliki packaging produk yang sangat bagus. 

“Bahkan, kalau berpameran pun, stan-stan mereka sangat bagus desainnya sehingga bisa menarik orang untuk mengunjungi stan mereka. Sedangkan produk UKM kita packagingnya alakadarnya,” ulas Buyung.

Buyung menambahkan, UKM luar negeri bisa seperti itu karena sangat didukung oleh pemerintahnya masing-masing. Berbeda dengan Indonesia. Padahal, dari sisi makanan, produk UKM Indonesia jauh lebih enak. 

“Hanya saja, kita kurang menarik karena tampilan packagingnya kurang. Soal promosi juga kita kalah dibanding negara lain. Mereka maju karena dana promosinya ‎dibantu pemerintahnya,” kata dia.

‎Sedangkan Anto Suroto, pengusaha produk kulit (ular phyton dan buaya), menambahkan, semua pihak harus peduli mengangkat produk lokal. Pemerintah juga harus bisa meneropong peta pasar ekspor di luar negeri. 

“Pasar lokal dengan jumlah penduduk lebih dari 250 juta jiwa ini memang amat potensial, namun bagi saya pasar ekspor jauh lebih menjanjikan,” tandas Anto.

Anto yang selama 30 tahun ini menggeluti bisnis kulit ini menyebutkan produk UKM Indonesia tidak kalah dengan barang-barang dari negara lain. Namun, tidak fokus atau tidak aware dalam mengangkat brand image. 

“Rata-rata, UKM kita tidak bisa membangun brand image di pasar luar negeri. ‎Kalangan akademisi, pengusaha, dan pemerintah harus sinergi dan terintegrasi untuk memajukan dan mengembangkan produk UKM di pasar global,” tuturnya. (tety)

Leave a Comment