06/05/2026
Aktual

Ahmad Zabadi: Pengembangan Bisnis Perlu Pendekatan Sosial

Mampang Prapatan-20160320-02145

    Dirut LLp_KUKM Kemenkop UKM Ahmad Zabadi menunjukkan hasil produk UKM yang berhasil diekspor ke beberapa negara

JAKARTA (Pos Sore) — Lembaga Layanan Pemasaran Koperasi UKM (LLP-KUKM) kembali mengadakan ‘Marketeers Creativity Day’ bertema ‘Socio Technopreneurship for Indonesia’, di gedung Smesco UKM, Minggu (20/3). Tema ini diangkat sebagai upaya mendorong pengusaha pemula dan UKM untuk memanfaatkan teknologi dalam pengembangan bisnisnya.

“Pemanfaatan teknologi memberikan banyak solusi juga keuntungan bagi para pelaku UKM. Sekarang eranya digital, perdagangan elektronik. Kenapa teknologi? Karena dengan teknologi dapat meningkatkan produktivitas. Kalau tidak ada sentuhan teknologi informasi ya akan tertinggal,” jelas Direktur Utama LLP-KUKM Kemenkop UKM Ahmad Zabadi.

Namun, yang ditegaskan dalam tema ini bagaimana pengembangan bisnis dilakukan dengan pendekatan sosial. Bagaimana keberhasilan usaha yang dikembangkannya selain dapat meningkatkan kesejahteraan dirinya, juga memberikan manfaat dan mengangkat kehidupan lingkungan di sekitarnya.

“Jadi, ada socio impactnya. Budaya bangsa berupa solidaritas dan gotong royong baru punya makna kalau mampu mengajak masyarakat lain meningkatkan kesejahteraanya,” katanya.

Ahmad Zabadi menekankan ekonomi digital yang sudah berlangsung saat ini membuat pelaku bisnis termasuk UKM tidak bisa menghindar dari penggunaan teknologi informasi. Maka, mau tidak mau, maka inovasi teknologi informasi tersebut harus diaplikasikan ke dalam urusan bisnis.

“Kalau cuma mengandalkan cara-cara konvensional dalam berbisnis tentu tidak berkembang atau bisa malah gulung tikar,” tandasnya.

Menurutnya banyak keuntungan bisa diperoleh pelaku UKM jika mengadopsi teknologi dalam usahanya. Diantaranya adalah makin terbukanya pasar, jangkauan konsumen lebih luas, juga kapasitas produksi menjadi tidak terbatas. Pun tidak membutuhkan toko offline atau gudang penyimpanan yang luas.

Saat ini Smesco sendiri telah memfasilitasi 600 pelaku UKM untuk memiliki e-commerce (toko online). Melalui website www.smescotrade.com ada sekitar 11 ribu produk yang dihasilkan 1.607 UKM dipasarkan secara online setiap harinya. Jenisnya mulai produk fesyen, furniture, spa, kraf, kulit dan lainnya.

“Jadi melalui smescotrade.com masyarakat bisa membeli secara online tanpa harus mengunjungi Smesco jika memang tidak sempat, lalu kami kirim. Untuk jarak tertentu tidak dikenakan biaya pengiriman tapi kalau jaraknya jauh, lintas propinsi ada biaya pengiriman,” tambahnya.

Ahmad Zabadi mengakui kemajuan telnologi memungkinkan munculnya usaha baru berbasis inovasi teknologi seperti blibli.com, kitabisa.com, gandengtangan.com, gojek dan lainnya. Munculnya bisnis berbasis teknologi ini diyakini dapat mengelola kekayaan sumber daya alam Indonesia, menjawab persoalan ekonomi di masyarakat serta membuka lowongan pekerjaan.

Marketeers Creativity Day sendiri adalah arena bagi para pelaku UKM yang kreatif dan produktif untuk menunjukkan kompetensinya dalam mewujudkan berbagai produk unggulan seperti fashion, kuliner, musik, fotografi, handycraf, dan lain-lain. Kegiatan ini dimeriahkan dengan berbagai ara hiburan seperti musik, kontes mewarnai, pagelaran busana, dan banyak lagi.

Dengan digelarnya even bulanan ini, diharapkan dapat mendorong semangat para pelaku UKM untuk berkreasi mengembangkan berbagai gagasan. Fungsi dari produk yang dihasilkannya pun dapat bermanfaat bagi masyarakat Indonesia, bahkan berpotensi untuk diekspor ke luar negeri. (tety)

Leave a Comment