08/05/2026
Aktual

Aceh Pertahankan Pancasila Ideologi Bangsa Indonesia

JAKARTA (Pos Sore) — Aktivis Satuan Siswa Pelajar dan Mahasiswa (SAPMA) Pemuda Pancasila (PP) Kota Banda Aceh, Risky Burnama, SH, menegaskan, pemimpin negara dan pemuda mempunyai posisi yang beriringan dalam menjalankan peran mempertahankan pancasila sebagai ideologi bangsa Indonesia.

“Dua-duanya harus berada pada garda terdepan. Peran keduanya ibarat sepeda motor di mana pengendara adalah pemimpin dan mesin motor adalah pemuda,” tegas Ketua Umum Komite Aksi Mahasiswa Kota (KAM-K) ini dalam Seminar Kebangsaan bertema ‘Pancasila di Ufuk Barat Indonesia’, di Aula Tarbiyah UIN Ar-Raniry, Banda Aceh, yang diadakan HMI Cabang Banda Aceh, kemarin.

Rasyidin Raden, Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Islam Cabang Banda Aceh periode 2015-2016, menambahkan, ada hubungan antara Pancasila dan syariat Islam yang diterapkan di propinsi itu. Hubungannya, kata dia, Pancasila dan UUD 1945 adalah landasan hukum tertinggi di Indonesia yang menjadi landasan pembuatan seluruh kebijakan negara dari tingkat nasional maupun tingkat daerah.

“Ketika awal penerapan Syariat Islam di Aceh, sempat dianggap bertentangan dengan Falsafah bangsa Indonesia yaitu Pancasila. Padahal seharusnya yang beranggapan demikian harus dulu memahami kekhususan propinsi Aceh melalui poin-poin otsus,” paparnya.

Dikatakan alumni Universitas Syiah Kuala Fakultas Hukum 2011 ini, Aceh merupakan serambi Mekkah yang mayoritas dan bahkan hampir semua penduduknya adalah Islam, dan dalam poin-poin Otsus telah dijelaskan bahwa hal tersebut tidak bertentangan.

Mantan Ketua Badko Himpunan Mahasiswa Islam Aceh, Zulkifli, SH menandaskan, pada dasarnya Pancasila tetap menjadi pegangan masyarakat Aceh karena masih dalam bingkai NKRI. Terlebih setelah adanya perdamaian menunjukkan Aceh adalah bagian yang tidak terlepaskan dari negara indonesia.

“Pandangan masyarakat Aceh saat ini, dikatakan Aceh masih merupakan suatu propinsi yang utuh di bawah payung hukum Indonesia, dan meskipun kita Aceh telah lama berkonflik dengan negara Indonesia, namun Pancasila tetap pegangan masyarakat Aceh,” tegasnya. (tety)

Leave a Comment