PLN terus berupaya menyelesaikan pembangunan tower listrik emergency di Aceh, menggantikkan tower transmisi yang roboh terdampak banjir.//Foto: Istimewa
POSSORE.ID, Jakarta – Juru Bicara Pemerintah Aceh, Muhammad MTA, menyampaikan klarifikasi terkait pernyataan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia yang melaporkan kepada Presiden bahwa 93 persen listrik di Aceh telah menyala Ahad malam (7/12-25).
Muhammad MTA mengatakan, pernyataan tersebut perlu diluruskan demi menjaga kondusivitas di tengah masyarakat. Ia menyebut banyak warga merasa kecewa karena kondisi listrik di lapangan belum sesuai dengan klaim tersebut dan dikhawatirkan menimbulkan resistensi terhadap petugas PLN.
“Dari beberapa pertemuan yang kami update, potensi suplai listrik untuk seluruh Aceh terhadap jaringan menengah saat ini baru mencapai 60–70 persen,” ujar MTA di Banda Aceh yang dikutip media ini Selasa (9/12).
Pernyataan itu dinilai tidak sesuai fakta di lapangan. Cerinews.id sebelumnya (Senin 8/12) menuliskan,sesuai pemantauan, hingga Minggu (7/12/2025) pukul 20.35 WIB, listrik masih padam di hampir seluruh wilayah Aceh.
Cerinews.id adalah media yang diterbitkan Center of Energy and Resorces Indonesia (CERI) sebuah lembaga non pemerintah.
Menurut cerinews.id, kondisi gelap gulita dilaporkan masih dialami warga di Kota Banda Aceh, Aceh Besar, Nagan Raya, Meulaboh (Aceh Barat), Aceh Selatan, Pidie, Pidie Jaya, Bireuen, Aceh Tamiang, Subulussalam, serta sejumlah kabupaten/kota lainnya.
Cerinews juga mengutip akademisi Aceh, Dr. Samsuardi yang menilai pernyataan Menteri ESDM yang juga mewakili PT PLN (Persero) tersebut sebagai bentuk kebohongan publik yang dilakukan untuk membangun citra di hadapan kepala negara.
“Sejak Jumat, PLN sudah berkali-kali menyampaikan janji listrik akan normal, lalu dikoreksi menjadi Sabtu, kemudian malam Minggu. Faktanya, hingga malam ini, pemadaman masih terjadi di banyak daerah Aceh,” kata Dr. Samsuardi, Minggu malam.
Saat berada di Aceh Minggu (7/12), Presiden Prabowo menanyakan proses pemulihan listrik kepada Menteri ESDM Bahlil Lahadalia di wilayah Aceh. Bahlil mengatakan pemulihan listrik hampir rampung di berbagai wilayah.
“Seluruh Aceh, 97% malam ini semua Aceh nyala,” jawab Bahlil sebagaimana dikutip berbagai media.
Tapi bagaimana kenyataan di lapangan?
Dalam pernyataan tertulisnya, Muhammad MTA menyebut, untuk wilayah Banda Aceh, suplai listrik baru menyala di kisaran 35–40 persen.
Ia menambahkan, jika suplai tegangan tinggi dari Arun selesai hari ini atau besok (Senin atau Selasa-red), maka Banda Aceh berpotensi pulih hingga 100 persen karena jaringan tegangan rendah masyarakat relatif tidak bermasalah.
Menurutnya, sejumlah daerah dengan kerusakan jaringan arus menengah paling parah, seperti Aceh Tamiang, Aceh Utara, dan Aceh Timur, masih berada di bawah 40 persen. Sementara Lhokseumawe sekitar 75 persen, dan wilayah Barat–Selatan Aceh berada pada kisaran 70–80 persen.
Muhammad MTA mengingatkan agar kekeliruan informasi yang disampaikan Menteri ESDM tidak sampai memicu kekecewaan berlebih terhadap petugas PLN yang kini bekerja ekstra di lapangan.
“Hampir 1.000 petugas yang didatangkan PLN Pusat sedang berupaya keras memulihkan listrik bagi masyarakat Aceh,” katanya.
Ia juga menegaskan pentingnya kehati-hatian semua pihak dalam menyampaikan informasi terkait kebijakan publik, terutama di tengah situasi bencana. “Ini menyangkut psikologi masyarakat korban dan kepercayaan terhadap pemerintah. Cintailah Aceh,” ujar Muhammad.(lia)
