4.6 C
New York
02/03/2024
Aktual

600 Unit KPH Terbentuk pada 2020

BOGOR (Pos Sore) — Kementerian Kehutanan (Kemenhut) segera menyerahkan model pengelolaan hutan lewat 120 Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) kepada pemerintah daerah sebagai upaya perbaikan tata kelola pembangunan kehutanan.

Diungkap Dirjen Bina Usaha Kehutanan (BUK) Kementerian Kehutanan Bambang Hendroyono, pihaknya menargetkan terbentuknya 600 KPH pada 2020 dan semua diserahkan ke daerah sebagai bagian dari Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) Sektor Kehutanan 2015-2019.

“Pada 2020, pengelolaan hutan akan sangat berbeda menjadi lebih terukur dan terintegrasi. 5 tahun ke depan itu, pelayanan izin hutan produksi akan jauh lebih sederhana. Pusat tak ‘cawe-cawe’ lagi dalam urus hutan, semuanya dilakukan KPH,” ujarnya, pekan ini.

“Pengusahaan hutan produksi akan sangat transparan karena dipastikan tak lagi ada tumpang tindih dengan izin yang sudah diberikan sebelumnya.”

Sebelumnya dalam kegiatan diskusi bertajuk “Reformasi Perizinan Menyambut Kehutanan Era Baru” yang digelar Forum Wartawan Kehutanan di Bogor akhir pekan lalu, Bambang menyatakan, KPH menjadi wakil negara dalam mengelola hutan, pusat tak lagi ikut campur.

“Pengusahaan hutan produksi akan sangat transparan karena dipastikan tak lagi ada tumpang tindih dengan izin yang sudah diberikan sebelumnya,” papar Bambang.

Kini, Kemenhut terus optimalisasi KPH dalam pemberian perizinan tersebut, sehingga nantinya peran Menteri Kehutanan, bupati maupun gubernur tidak ada lagi seperti yang berjalan selama ini.

“Dengan demikian, nanti terjadi distribusi kewenangan kepada KPH. Nanti juga akan dibentuk direksi KPH.”

“Dengan demikian, nanti terjadi distribusi kewenangan kepada KPH. Nanti juga akan dibentuk direksi KPH.”

Bambang menambahkan, nantinya hanya daerah-daerah yang sudah menyusun RPJM Pembangunan Kehutanan 2015-2019 yang akan diserahi KPH-KPH. KPH, merupakan upaya nyata desentralisasi pengolaan hutan produksi dan hutan lindung di daerah.

“Hutan akan lestari jika dikelola oleh organisasi yang bisa menyentuh sampai tingkat tapak,” ujar Bambang.(fent)

Leave a Comment