11.1 C
New York
25/04/2026
AktualEkonomi

6 Tahun JamSyar, Semakin Eksis, Semakin di Depan

PADA 19 SEPTEMBER 2020, Jamkrindo Syariah (JamSyar) berusia 6 tahun. Ibarat anak, usia yang sedang aktif-aktifnya bergerak. Tubuh mulai meninggi, juga peka terhadap lingkungan yang memengaruhinya. Seperti halnya JamSyar, yang kian tumbuh dan berkembang. Menjadikannya perusahaan penjaminan yang kian diperhitungkan eksistensinya.

Lahir dari rahim Perum Jamkrindo, pada Jumat, 19 September 2014, yang proses kelahirannya disambut dengan penuh suka cita. Jika saat lahir masih tertatih-tatih, kini di usia 6 tahun akhirnya bisa berlari mengejar berbagai target pencapaian. Kinerja penjaminan syariah terus berjalan dengan sangat baik.

Di tahun pertama lahir ke dunia industri penjaminan saja, anak perusahaan Jamkrindo ini mengalami peningkatan asset perusahaan dari semula Rp 250 miliar menjadi Rp 267, 08 miliar. PT. Jamkrindo Syariah juga telah menjamin pinjaman dengan volume penjaminan sebesar Rp. 2,2 triliun untuk 17 ribu mitra terjamin, dengan perolehan Imbal Jasa Kafalah (IJK) mencapai Rp. 19 miliar.

Sekarang di tahun ke-6, di bawah komando Gatot Suprabowo selaku Direktur Utama Jamkrindo Syariah, bersama Direktur Keuangan, SDM dan Umum Endang Sri Winarni, serta Direktur Operasional Achmad Sonhadji, Jamkrindo Syariah mampu mencatat kinerja yang memuaskan dengan pencapaian asset melebihi Rp 1 Triliun. Pertumbuhan aset, ekuitas, laba, volume penjaminan, jumlah terjamin, dan jaringan kantor mengalami peningkatan yang signifikan dari tahun ke tahun.

Perusahaan terus bertumbuh dengan meraih berbagai pencapaian yang gemilang serta semakin matang di dalam memaksimalkan peluang memenuhi kebutuhan pasar penjaminan syariah. Bayangkan saja, rata-rata pertumbuhan aset dan ekuitas Jamsyar dari tahun 2015 hingga 2019 adalah sebesar 39,06% dan 23,66% per tahun. Sedangkan rata-rata pertumbuhan volume penjaminan adalah 64,76% per tahun. Dari penjaminan tersebut, jumlah terjamin yang dijamin adalah sebanyak 1,38 juta terjamin.

Selama periode tersebut, total laba yang dibukukan oleh Jamsyar adalah sebesar Rp 83,86 miliar dengan rata-rata pertumbuhan per tahun sebesar 57,27%. Pertumbuhan bisnis yang sangat cepat tersebut, tetap dilakukan oleh Jamsyar dengan mempertimbangkan aspek kehati-hatian.

Hal itu ditunjukkan dengan kondisi kesehatan sejak tahun pendirian hingga tahun 2017, Jamsyar berada dalam kondisi
Sehat dan pada 2 tahun terakhir berkondisi Sangat Sehat. Meskipun dalam kondisi pandemi, kinerja Jamsyar menunjukkan Jamsyar masih tetap survive dan exist. Pada posisi per 31 Agustus 2020, total aset Jamsyar adalah sebesar Rp 1.252,68 Miliar atau tumbuh secara YoY sebesar 18,22%.

Sedangkan ekuitas Jamsyar di posisi yang sama adalah sebesar Rp 658,43 Miliar atau tumbuh secara YoY sebesar 18,06%. Pertumbuhan aset dan ekuitas tersebut disebabkan oleh pertumbuhan bisnis dan penambahan modal seiring dengan
meningkatnya kepercayaan pemegang saham.

Sementara itu, dari sisi bisnis, pada posisi yang sama, volume penjaminan Jamsyar adalah sebesar Rp 20,86 triliun atau tumbuh sebesar 15,57% dari posisi yang sama tahun sebelumnya. Sedangkan laba yang diperoleh selama Januari hingga 31 Agustus 2020, adalah sebesar Rp 20,87 Miliar.

Jelas JamSyar bersyukur di tengah perekonomian Indonesia yang masih mengalami kontraksi sebesar 5,32 % YoY, pertumbuhan bisnis Jamsyar masih meningkat dengan nilai yang cukup besar. Maka cukup beralasan jika Direktur Utama JamSyar Gatot Suprabowo optimis tetap membukukan laba pada 2020, yang
meningkat dibanding tahun-tahun sebelumnya seiring dengan semakin menguatnya loyalitas dari mitra-mitra Jamsyar.

“Alhamdulilah, meski wabah Covid-19 berdampak secara masif pada sendi-sendi perekonomian nasional, Jamkrindo Syariah sebagai pelaku penjamin syariah masih bisa mencatatkan pertumbuhan positif. Bahkan kami ikut berperan andil dalam penjaminan untuk mengurangi dampak Covid 19 terhadap perekonomian melalui Program Penjaminan Pembiayaan Modal Kerja Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN),” kata Gatot belum lama ini.

Itu menandakan, penjaminan Syariah memainkan peranan sangat penting dalam memitigasi resiko penyaluran pembiayaan sekaligus menciptakan financial inclusion yang menyasar bisnis atau sektor riil, baik pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) maupum non UMKM. Bagaimana pun, keterlibatan lembaga penjaminan dinilai dapat memberikan rasa aman bagi lembaga keuangan untuk menyalurkan pembiayaan karena resiko default termitigasi melalui back up penjaminan lebih likuid dari benda fisik yang diagunkan

Hebatnya, di saat perusahaan-perusahaan lain melakukan pengurangan karyawan karena hantaman badai Covid-19, JamSyar justeru tidak. Pengurangan gaji pun tidak terbersit untuk dilakukan. Yang ada, sebelum Covid-19 mewabah JamSyar justeru menaikkan gaji karyawan. Jadi, rasanya kurang elok jika dalam kondisi perekonomian yang kurang membaik, kebahagiaan karyawan harus ikut terhempas.

“Kami tetap mencari peluang bisnis yang ada dengan tetap mempertimbangkan risikonya. Manajemen berkomitmen tidak akan ada PHK, terlebih target JamSyar yang kemarin semakin istimewa dan sekarang eksis dan tumbuh. Artinya kita masih eksis, masih bisa diperhitungkan, dan masih dipercaya oleh para mitra,” tutur Gatot bahagia.

Tidak bisa dipungkiri, dampak pandemi Covid-19 memang sangat luar biasa. Ibarat pepatah “semakin tinggi pohon, semakin lebat buahnya dan semakin kencang angin menerpanya”. Semakin JamSyar tumbuh, semakin banyak pelajaran dan pengalaman yang didapatnya, serta semakin banyak ujiannya.

Di saat masyarakat dihimbau untuk menerapkan social distancing, dan segala transaksi beralih secara digital, JamSyar lantas tidak tergagap-gagap karena jauh sebelumnya JamSyar sudah memudahkan para mitranya untuk mengakses fitur-fitur produk penjaminan melalui Digital Guarantee . Maka tidak heran, di saat perusahaan-perusahaan sejenis mengalami down, JamSyar justeru semakin meningkat penyaluran penjaminannya. Kondisi ini kian diperkuat dengan posisi JamSyar yang memiliki market share yang cukup besar di industri penjaminan Syariah.

“JamSyar bertekad untuk menjaga keberlangsungan pertumbuhan bisnisnya dengan selalu mengedepankan kepentingan para mitra melalui layanan dan produk yang berkualitas serta kepentingan Pemegang Saham. Jamsyar akan selalu berinovasi memenuhi permintaan pasar dengan didukung oleh sistem informasi berbasis teknologi informasi menyongsong era disruptif yang memungkinkan perubahan bisnis yang sangat dinamis,” tambah Gatot.

Dan, Alhamdulillah di usia yang ke-6 ini JamSyar kini memiliki total 14 cabang. Mulai dari Aceh, Medan, Padang, Pekanbaru, Lampung, Palembang, Jakarta, Bandung, Semarang, Surabaya, Pontianak, Balikpapan, Banjarmasin hingga Makassar. Tahun ini juga, JamSyar berencana pindah kantor di Gedung sendiri di daerah Cempaka Putih, Jakarta Pusat.

Kinerja yang bertumbuh selama 5 tahun terakhir berhasil dicapai berkat langkah strategis perusahaan dalam menambah jaringan layanan di wilayah-wilayah bisnis yang potensial di seluruh Indonesia. JamSyar akan terus berekspansi bersama dengan para mitra untuk mendukung perkembangan serta kemajuan ekonomi syariah.

Bagaimana dengan target ke depan? JamSyar tetap optimis tumbuh signifikan dengan fokus pada penguatan sumberdaya manusia serta teknologi dan informasi (IT). Mulai dari penguatan dayasaing dan perluasan pangsa pasar berbasis teknologi dan manajemen risiko. Keoptimisan inilah yang menjadi pondasi kuat bagi JamSyar untuk masuk ke tahap pertumbuhan yang berkesinambungan.

Viva JamSyar! Selamat Milad ke-6. Teruslah jaya memberikan sumbangsih pada kemajuan bangsa ini. Semoga dimudahkan dan dilancarkan dalam segala pencapaian. Semakin survive, semakin eksis, semakin sehat, semakin sukses. Semoga Allah terus merahmati dan memberkahi sehingga JamSyar pun semakin di depan. (Tety Polmasari)

Leave a Comment