
JAKARTA (Pos Sore) — Sebanyak 50 dosen Politeknik Negeri Media Kreatif (PoliMedia) mengikuti Beasiswa Retooling Kompetensi Dosen Pendidikan Tinggi Vokasi Tahun 2019 “Creative Technology and Media Art Industry 4.0”, di kampus Polimedia, Jakarta, Senin (21/10). Para dosen yang lulus uji kompetensi ini akan mendapatkan sertifikat kompetensi dari Adobe Certified Associate (ACA).
ACA merupakan sertifikasi yang telah dikenal dan diakui dunia kerja untuk memperlihatkan tingkat kemampuan dalam menggunakan aplikasi-aplikasi komunikasi visual Adobe yaitu Adobe Photoshop, Adobe InDesign, Adobe Illustrator, Adobe Dreamweaver, Adobe Flash dan Adobe Premiere Pro.
Sertifikasi ACA juga dapat menunjukan bakat yang dimiliki seseorang dalam mengkomunikasikan ide dan kreatifitasnya dalam bentuk video, multimedia, desain grafis dan website dengan menggunakan aplikasi-aplikasi Adobe.
Direktur PoliMedia Dr. Purnomo Ananto, MM, mengatakan, uji kompetensi ini dinilai sangat penting diikuti agar kemampuan para dosen diakui sesuai dengan bidangnya. Di jaman serba kompetisi memang diperlukan uji kompetensi untuk semakin mengasah kemampuan diri.
“Ibarat kata pepatah ‘tidak ada makan siang gratis’. Artinya untuk mendapatkan sesuatu ya butuh perjuangan. Hanya orang-orang terpilih yang mampu melewati ujian kompetensi ini,” tegasnya, usai membuka kegiatan tersebut.
Ia sangat berharap, dosen PoliMedia yang mengikuti uji kompetensi ini lulus semua sehingga akan ikut berkontribusi pada nilai akreditasi Politeknik Negeri Media Kreatif. Semakin banyak dosen yang tersertifikasi, maka semakin bagus pula penilaian mutu perguruan tinggi.

“Dosen merupakan salah satu faktor penting yang ikut menentukan pengembangan lembaga. Terlebih PoliMedia sering dijadikan barometer perguruan tinggi di bidang vokasi yang semakin diakui eksistensinya meski baru berusia 11 tahun. Menjadinya satu-satu politeknik di bidang industri kreatif,” tuturnya.
Purnomo mengungkapkan, belum lama ini UGM study banding dengan alasan PoliMedia selalu eksis di tingkat internasional. Ada juga Universitas Airlangga dan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia yang belajar bagaimana membuat poster sosial marketing kesehatan masyarakat.
Karenanya, ia meminta para dosen untuk serius dan penuh konsentrasi mengikuti ujian kompetensi yang beasiswanya digulirkan dari Kementerian Riset, Teknologi dan Perguruan Tinggi (Kemenristekdikti). SDM yang unggul sangat dibutuhkan dalam pembangunan bangsa.
Sebagaimana diamanatkan pada Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi, tujuan pendidikan tinggi di antaranya untuk menghasilkan lulusan yang menguasai cabang Ilmu Pengetahuan dan/atau Teknologi untuk memenuhi kepentingan nasional dan peningkatan daya saing bangsa.
Untuk mempersiapkan sumberdaya manusia (SDM) Indonesia yang berkualitas dan memiliki daya saing internasional melalui pendidikan tinggi vokasi, Pemerintah Indonesia secara khusus terus berupaya meningkatkan kualitas dosen perguruan tinggi.
Kegiatan Retooling Kompetensi Vokasi Dosen Pendidikan Tinggi Vokasi sendiri adalah satu upaya peningkatan kapasitas dan kapabilitas dosen pendidikan tinggi vokasi agar relevan dengan kebutuhan dunia usaha dan industri.

Dr. Zalzulifa, M.Pd selaku Ketua LSP PoliMedia, mengatakan uji kompetensi ini juga sebagai langkah PoliMedia menjadi Training Certified Centre (TCC) mengingat sertifikat yang diperoleh para dosen PoliMedia berskala internasional. Jadi, perguruan tinggi yang akan mendapatkan sertifikat profesi harus mengikuti uji kompetensi di PoliMedia.
“Yang pasti kita sudah mempersiapkan SDM- nya. Jadi ketika mimpi menjadi TCC terwujud kita sudah mempersiapkan para ahlinya. Saya harapkan tahun depan target ini sudah bisa terealisasi,” katanya. Ia optimis target ini akan tercapai mengingat dari uji kompetensi kali ini saja ada 7 skema sertifikasi.
Dikatakan, Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi memegang peranan yang besar dalam peningkatan pengembangan SDM berbasis vokasi dan peningkatan daya saing bangsa. Agar peran perguruan tinggi yang strategis ini berjalan dengan baik, perlu ditunjang oleh dosen-dosen dengan kualitas unggul yang mempunyai sertifikasi kompetensi di bidang akademis mereka masing-masing.
Ketua Forum Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Darmansyah Basyaruddin, mengatakan, sertifikasi bagian yang tidak dapat dipisahkam lagi. Karenanya, vokasi itu sangat penting untuk dikembangkan seiring dengan program Revitalisasi Politeknik yang digulirkan pemerintah. Ada 12 politeknik negeri yang direvitalisasi pemerintah.
“Beasiswa Retooling Kompetensi Dosen Pendidikan Tinggi Vokasi Tahun 2019 Creative Technology and Media Art Industry 4.0 ini bagian dari revitalisasi politeknik. Dan tidak semua politeknik bisa mendapatkan beasiswa ini, karena harus bersaing juga dengan perguruan tinggi lainnya,” tuturnya.
Freddy, salah satu dosen yang mengikuti uji kompetensi itu, mengatakan penting untuk mengikuti Beasiswa Retooling Kompetensi Dosen Pendidikan Tinggi Vokasi Tahun 2019 Creative Technology and Media Art Industry 4.0. Mendapatkan sertifikat dari uji kompetensi ini berarti kemampuannya diakui secara internasional.
“Meski biaya uji kompetensi ini ditanggung pemerintah, tapi tidak mudah mengikuti uji kompetensi ini, apalagi untuk sampai ke titik ini harus mengikuti pre uji kompetensi juga yang disesuaikan dengan peminatan,” katanya.
Di sisi lain, dosen yang sudah tersertifikasi berimbas juga pada kualitas perguruan tinggi itu sendiri. Melihat perguruan tinggi tempatnya mengajar mendapat akreditasi bagus, tentu menjadi kebanggaan bagi dosen yang memacunya untuk lebih berkinerja baik . (tety)
