BOGOR (Pos Sore) – Kementerian Koperasi dan UKM memberikan pelatihan koperasi kepada 30 wartawan yang tergabung dalam Forum Wartawan Koperasi (Forwakop). Selama tiga hari ini (15-17/1) Forwakop mengikuti ‘Pelatihan Akuntansi Koperasi dan Penyusunan Laporan Keuangan’.
Asisten Deputi Peningkatan Kualitas Sumber Daya Manusia pada Deputi SDM Kementerian Koperasi dan UKM Talkah Badrus mengatakan, pelatihan ini berupa pembekalan secara teknis.
Sebut saja pembuatan AD/ART, apa untungnya berkoperasi, hitung-hitungan SHU (sisa hasil usaha), pembuatan laporan keuangan yang paling minim dikuasai pengurus koperasi, dan proses perijinan.
“Pelatihan ini kelanjutan dari pelatihan yang lalu-lalu bagi pengurus maupun anggota Forwakop. Ini lebih kepada pendalaman materi terkait dengan perkoperasian,” papar Talkah Badrus.
Menurutnya, pelatihan ini menjadi penting mengingat koperasi selama ini banyak yang kurang berkembang dan kurang berjalan sesuai dengan prinsip-prinsip serta aturan koperasi. Tak heran, jika tujuan utamanya meningkatkan kesejahteraan anggotanya tidak tercapai.
“Koperasi adalah ilmu yang bisa dipelajari secara umum, sehingga mereka bisa membentuk koperasi. Dengan pelatihan ini mudah-mudahan ke depan bisa berjalan lebih baik lagi,” harapnya.
Ketua Forwakop Heryanto, menambahkan, pelatihan ini dikemas dengan materi tekhnis-tekhnis dan simulasi. Jadi peserta pun bisa mendorong pendirian koperasi di tempat kerja masing yang jenisnya koperasi karyawan.
“Saya sangat berharap peserta dapat menyerap semua ilmu pengetahuan dan transfer wawasan dari narasumber. Jadi Kementerian Koperasi yang memberikan program pelatihan koperasi pada Forwakop akan efektif, sehingga ini menjadi nilai kepercayaan Kementerian Koperasi dengan mitranya, forwakop,” tuturnya..
Ia menyadari, pelatihan ini menjadi titik awal untuk semangat berkoperasi. Terlebih, pelatihan ini, juga menjadi salah satu program Forwakop yang mengawali tahun program 2016.
“Belajar dari beberapa kali pembentukan yang gagal dan koperasi yang lama sampai tidak aktif, maka saya dorong agar ada dulu pengurus. Pengurus ini yang diharapkan bergerak untuk menjalankan organisasi koperasi,” ujarnya. (tety)


