05/05/2026
Aktual

30 Tahun Saka Bakti Husada, Pramuka Pelopor Hidup Sehat

pramuka

JAKARTA (Pos Sore) – Pramuka Saka Bakti Husada (SBH) berulang tahun ke-30. Kegiatan ekstra kurikuler di bidang kesehatan ini dibentuk oleh Kementerian Kesehatan bersama Kwartir Nasional Gerakan Praja Muda Karana (Kwarnas Pramuka) pada 17 Juli 1985.

Tujuan dibentuknya SBH untuk mewujudkan kader pembangunan di bidang kesehatan yang dapat membantu melembagakan norma hidup sehat bagi semua anggita Gerakan Pramuka dan masyarakat di lingkungannya.

Peringatan Hari Kesehatan Nasional ke-21 pada 12 November 1985 di Magelang, dijadikan momentum untuk meresmikan Saka Bakti Husada.

Awal terbentuknya SBH terdapat 5 krida, yaitu Krida Bina Obat, Krida Pengendalian {enyakit, Krida Keluarga Sehat, Krida Bina Gizi, dan Krida Bina Lingkungan Sehat. Kini bertamba dengan Krida Perilaku Hidup Bersih dan Sehat.

Menteri Kesehatan, Nila Moeloek, menegaskan, pentingnya peran Gerakan Pramuka sebagai mitra potensial pemerintah dalam pembangunan kesehatan. Begitu pula Saka Bakti Husada berperan sebagai pelopor hidup sehat bagi diri sendiri, keluarga dan masyarakat di sekitarnya.

Hal tersebut sejalan dengan tujuan pembangunan kesehatan, yaitu meningkatkan kesadaran, kemauan dan kemampuan untuk memelihara dan meningkatkan derajat kesehatan yang optimal.

“Kelompok masyarakat yang paling potensial dalam pembangunan kesehatan di Indonesia adalah kelompok usia remaja. Dan, anak muda zaman sekarang harus jadi contoh baik untuk menyebarkan kebiasaan perilaku hidup sehat untuk kemajuan bangsa,” ujar Nila Moeloek di pengingatan Hari Ulang Tahun SBH, di lapangan Kementerian Kesehatan, Rabu (12/8).

Peringatan HUT ke-30 SBH mengangkat tema ‘Memantapkan Saka Bakti Husada sebagai Wadah Pembinaan Kader Kesehatan yang Berkarakter’. Karakater yang diharapkan dari seorang Saka Bakti Husada adalah Pramuka berjiwa Pancasila yang senantiasa berlandaskan pada sila pertama, yaitu mengutamakan keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan YME.

“Dalam rangka memantapkan SBH sebagai wadah untuk membina kader kesehatan yang berkarakter, saya mengajak semua pihak terkait untuk memperkuat jejaring yang sudah terbentuk dalam ikatan solidaritas dan nasionalisme untuk mewujudkan Indonesia Sehat,” kata menkes.

Menkes menambahkan, beberapa kegiatan yang dilakukan Saka Bakti Husada antara lain kampanye PHBS di sekolah dan lingkungan masyarakat,peningkatan kesadaran akan bahaya tuberkulosis dan HIV/AIDS, kampanye pentingnya imunisasi, pengendalian vektor penyakit, sampai pemahaman tentang obat. Selain itu, Saka Bakti Husada juga dididik untuk tanggap dalam situasi bencana

“Pengetahuan dan keterampilan di bidang kesehatan yang diberikan dan dilatihkan kepada Pramuka diharapkan dapat meningkatkan kesadaran, kemauan, dan kemampuan untuk hidup sehat. Tidak hanya dimanfaatkan untuk diri sendiri, tetapi juga ditularkan kepada keluarga dan masyarakat,” ujar menkes. (tety)

Leave a Comment