10 C
New York
21/04/2026
AktualEkonomi

20 Staf PPATK Dapat Beasiswa StuNed

JAKARTA (Pos Sore) — 20 staf Pusat Pelaporan dan Analisa Transaksi Keuangan (PPATK) mendapatkan beasiswa StuNed untuk mengikuti tailor-made training tentang Risk Management for Anti-Money Laundering di Maastricht School of Management (MSM), Maastricht, Belanda, dari 10 sampai 21 November 2014.

Pelepasan peserta pelatihan dilakukan di Kantor PPATK Jakarta, pada Kamis (30/10) dengan disaksikan Akhyar Effendi, Kepala Biro Sumberdaya Manusia, Organisasi dan Tata Laksana PPATK dan Direktur Nuffic Neso Indonesia, Mervin Bakker.

“Tujuan pelatihan ini untuk meningkatkan kemampuan staf PPATK dalam penerapan sistem manajemen resiko yang dirancang khusus untuk membantu pencegahan tindak pidana pencucian uang, termasuk penyusunan strategi dan prosedur operasional standarnya,” kata Mervin.

Dijelaskan, beasiswa tailor-made training StuNed ini beasiswa untuk pelatihan yang dirancang khusus untuk kebutuhan PPATK. Belanda memiliki kelebihan di bidang hukum dan keuangan, baik di tingkat pemerintahan, swasta, maupun universitasnya.

“MSM sendiri merupakan salah satu sekolah manajemen terkenal di Belanda, yang perkembangannya termasuk pesat. Keahlian mereka di bidang ekonomi, perbankan serta sistem keuangan tidak perlu diragukan, termasuk penanganan fraud, korupsi dan manajemen resiko,” jelasnya.

Metoda pelatihan ini menekankan lebih banyak prakteknya daripada teori. Meskipun MSM penyelenggara utama pelatihan, tetapi dalam pelaksanaan pelatihan mereka bekerjasama dengan The National Academy for Finance and Economics serta University of Amsterdam.

Selama dua minggu di Belanda, peserta pelatihan juga akan mengunjungi beberapa lembaga terkait seperti European Court of Audit di Luxembourg, Financial Intelligence Unit di kota Zoetermeer, Bank Pusat Belanda di Amsterdam, serta Kementerian Keuangan dan Kehakiman Belanda di kota Den Haag, untuk menggali pengalaman mereka dalam menerapkan manajemen resiko dalam pencegahan tindak pidana pencucian uang.

“Training ini termasuk langka. Kami dilibatkan dalam penyusunan program dan seleksi peserta, dengan berdiskusi langsung bersama staf MSM yang datang ke Jakarta,” kata Akhyar.

Para peserta juga akan menerapkan hasil pelatihan untuk menyelesaikan permasalahan yang kami hadapi dalam bidang manajemen resiko, dan masih dibimbing oleh pelatih MSM. (tety)

Leave a Comment