14.9 C
New York
25/04/2026
AktualKesra

20 Staf KemenATR/BPN Ikuti Pelatihan Intensif di Belanda

JAKARTA (Pos Sore) — Sebanyak 20 staff Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) mengikuti pelatihan intensif selama 3 minggu di Belanda pada 5-23 November 2018.

Para staf ini mendapatkan beasiswa StuNed dari pemerintah Kerajaan Belanda dalam bentuk Tailor Made Training (StuNed-TMT) di IHS Erasmus University Rotterdam dan Radboud University Nijmegen, Belanda.

Pelatihan intensif selama 3 minggu tersebut akan difokuskan pada instrumen aplikatif bagi Direktorat Jenderal Pengendalian Pemanfaatan Ruang dan Penguasaan Tanah (Ditjen PPRPT). Ini penting untuk menghadapi berbagai isu penyimpangan alih fungsi lahan yang tidak sesuai Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW), serta penegakan hukumnya.

Sesi penyerahan Scholarship Award dari Direktur Nuffic Neso Indonesia, Peter van Tuijl, yang diterima Dirjen. PPRPT, Budi Situmorang, berlangsung di gedung ATR/BPN, kemarin.

Dari pelatihan dengan topik Spatial Development Control and Land Tenure, para peserta yang terpilih dari berbagai ditjen dan institusi di bawah Kementerian ATR/BPN, diingatkan untuk selalu aktif menggali berbagai konsep yang relevan serta metode yang sesuai untuk diterapkan di Indonesia.

“itu erat kaitannya untuk pengembangan sistem dan kualitas tata ruang wilayah yang ada sekarang,” kata Suryaman Kardiat, Direktur Penertiban Pemanfaatan Ruang mengikuti pelatihan intensif di Belanda seKementerian ATR/BPN, saat pembukaan acara.

Budi Situmorang dalam arahannya mengatakan, penghargaan kepada pemerintah Belanda yang telah memberikan kesempatan bagi stafnya untuk meningkatkan kapasitas mereka. Hal ini tentu akan berdampak pada meningkatnya kualitas serta kinerja kementerian.

“Teman-teman adalah orang-orang terpilih, jadi harus bisa mengubah institusi ini jauh lebih baik. Harus aktif mengambil semua kesempatan dan ilmu, serta menerapkannya di Indonesia, termasuk metode/instrumen penerapan sanksi administrasi yang sedang dikembangkan,” tandasnya.

Peter van Tuijl, Direktur Nuffic Neso Indonesia, menyampaikan, apa yang dilakukan oleh Kementerian ATR/BPN sangatlah penting. Kementerian ATR/BPN mengurusi hal-hal untuk mengurangi konflik manusia dengan alam, dan bagaimana mengatur berbagai sektor untuk berada pada tatanan yang benar.

“We need to manage our land well,” katanya. Ia menambahkan, Belanda juga ingin belajar dari Indonesia sebagai salah satu fungsi dari partnership dan mempererat hubungan bilateral Indonesia-Belanda. (tety)

Leave a Comment