JAKARTA (Pos Sore) — Sebanyak 16 staf Kementerian Perdagangan mengikuti tailor-made training tentang Commodity Market Review to Contribute to National Trade Policy di Belanda setelah memperoleh beasiswa StuNed.
“Pelatihan ini bertujuan meningkatkan kemampuan staf Kementerian Perdagangan dalam melakukan penyusunan analisa pasar komoditas secara komprehensif sebagai dasar penentuan kebijakan perdagangan,” kata Direktur Nuffic Neso Indonesia, Mervin Bakker, saat pelepasan peserta pelatihan yang disaksikan Tjahya Widayanti, Kepala Badan Pengkajian dan Pengembangan Kebijakan Perdagangan Kementerian Perdagangan, di Jakarta, Jumat (9/1).
Durasi pelatihan sendiri selama tiga minggu, mulai 19 Januari sampai dengan 6 Februari 2015. Adapun penyelenggara pelatihan adalah Universitas Vrije, di Amsterdam. Belanda sendiri dinilai memiliki kelebihan di bidang perdagangan komoditas.
Universitas Vrije, yang diwakili oleh Pusat Kerjasama Internasional dan Pusat Studi Pangan Dunia sebagai penyelenggara pelatihan, akan memfasilitasi peserta untuk mendapatkan teori dan praktek analisa pasar komoditas untuk diterapkan di lingkungan kerjanya.
“Dengan dukungan komitmen dari pimpinan Kementerian Perdagangan, saya yakin pelatihan ini akan memberikan hasil sesuai harapan,” katanya.
“Saya melihat pemilihan metode tailor made training ini sangat bermanfaat untuk mendukung tugas pemantauan perkembangan harga dan pemberian rekomendasi kebijakan dalam rangka menjalankan salah satu mandat Undang- undang Perdagangan, yaitu mengendalikan ketersediaan barang kebutuhan pokok,” kata Tjahya Widayanti. (tety)
