SERPONG (Pos Sore) — Sebanyak 16 anak memenangkan kontes ‘King & Queen Edutography’ karena terbukti mampu mempresentasikan 8 kecerdasan majemuk terbaik. Anak-anak ini menyisihkan 28 finalis lainnya dalam ajang kontes membangun cita-cita yang bergulir pada Agustus lalu.
Masuk ke proses grand final ini mereka harus melewati ‘ujian’ mengeksplorasi yang mewakili 8 jenis kecerdasan. Meliputi kecerdasan linguistik (bahasa), kecerdasan logika (berhitung), kecerdasan visual spatial (gambar dan tata ruang).
Selain itu, kecerdasan kinestetik (gerak), kecerdasan musik, kecerdasan interpersonal (sosial), kecerdasan intrapersonal (diri), dan kecerdasan naturalis (alam).
Untuk kontes ‘King & Queen Edutography’ ini para menang berhak atas total hadiah Rp80 juta, piala, dan sertifikat.
Nantinya, ke-16 pemenang juga akan menjadi role model anak dengan kecerdasan majemuk terbaik yang mampu mendeteksi kecerdasan majemuk yang dimiliki. Mereka juga menunjukkan kesungguhan untuk mewujudkan cita-citanya berdasarkan jenis kecerdasan majemuk yang dimilikinya tersebut.
“Kami sangat antusias dan gembira menobatkan ke-16 pemenang ‘King & Queen Edutography’ ini. Selamat untuk seluruh pemenang. Kami berharap prestasi ini akan semakin memacu semangat mereka untuk terus menggali dan mengesplorasi potensi diri mereka agar menjadi calon pemimpin dan pahlawan bangsa yang mumpuni,” kata Fernando Iskandar, Foundaer dan CEO Froggry Edutography, di BSD Serpong, Sabtu (7/2).
Sebagai pusat pengembangan cita-cita dan motivasi anak, pihaknya berkomitmen untuk turut meningkatkan motivasi dan kepercayaan diri anak-anak Indonesia dalam meraih cita-citanya. Dengan begitu, akan tercipta calon pemimpin bangsa yang mampu memajukan negeri Indonesia.
“Melihat kontes ini, kami melihat begitu banyak anak yang memiliki potensi diri yang membutuhkan wadah motivasi agar mereka tetap semangat untuk belajar dan bekerja keras dalam mewujudkan cita-citanya. Untuk itulah, kami selalu berikan wadah kegiatan postif dan menarik yang mampu merangsang antusias anak-anak untuk berpartisipasi,” tambahnya.
Kontes itu sendiri diawali dengan sosialisasi di 300 sekolah yang berada di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi, untuk memberikan kesempatan kepada sekitar 3400 pelajar mengikuti audisi pertama di Floating Castle, BSD Teangerang.
Dalam audisi pertama itu terjaring sekitar 400 anak, yang terseleksi menjadi 48 anak untuk masuk dalam babak grand final. Pada babak ini berlangsung cukup seru dan ketat dengan menampilkan dewan juri yang berkompeten di bidangnya. (tety)
