JAKARTA (Pos Sore) — Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengungkapkan, dalam upaya meningkakan produktifitas dan daya saing inustri, pihaknya memberikan Penghargaan Bidang Industri. Hal ini sekaligus mewujudkan industri nasional sebagai pilar dan penggerak ekonomi di masa depan. Ini juga sebagai salah satu langkah strategis secara konsisten setiap tahun dilakukan.
“Untuk mewujudkan industri nasional sebagai pilar dan penggerak ekonomi di masa depan, salah satu langkah strategis yang kami lakukan secara konsisten setiap tahun adalah memberikan penghargaan-penghargaan dalam rangka meningkatkan produktivitas dan daya saing.”
Sebanyak 152 penghargaan di bidang industri diberikan Kemenperin sebagai bentuk pemberian apresiasi dan pemacu motivasi kepada pihak-pihak yang telah berperan dalam memajukan industri nasional. Dari jumlah itu, 15 peserta meraih Anugerah Cinta Karya Bangsa, 129 perusahaan yang mendapatkan Penghargaan Industri Hijau, dan 8 penerima Penghargaan Rintisan Teknologi Industri tahun 2016.
“Untuk mewujudkan industri nasional sebagai pilar dan penggerak ekonomi di masa depan, salah satu langkah strategis yang kami lakukan secara konsisten setiap tahun adalah memberikan penghargaan-penghargaan dalam rangka meningkatkan produktivitas dan daya saing,” ungkap Airlangga, usai Penganugerahan Penghargaan Bidang Industri tahun 2016 di Kementerian Perindustrian, Selasa (20/12).
Ia berharap pemberian penghargaan ini dapat menumbuhkan komitmen semua pihak agar senantiasa meningkatkan penggunaan produk dalam negeri sehingga mendorong pelaku industri nasional agar terus memacu Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN).
Memperkuat basis produk nasional agar mampu bersaing di pasar dalam negeri, dan menjadi prioritas bagi belanja pemerintah dan dunia usaha. “Selain itu, memberikan teladan bagi masyarakat untuk menggunakan serta membangun kecintaan bangsa Indonesia terhadap produk dalam negeri.”
Menurutnya, Penghargaan Industri Hijau diharapkan dapat lebih memotivasi perusahaan-perusahaan di Indonesia meningkatkan kompetensinya serta mengutamakan upaya efisiensi dan efektivitas penggunaan sumber daya secara berkelanjutan, baik itu bahan baku maupun energi. Langkah ini akan mampu menyelaraskan pembangunan industri dengan kelestarian fungsi lingkungan hidup serta dapat memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Sedangkan, Penghargaan Rintisan Teknologi Industri ini merupakan salah satu bentuk apresiasi dari pemerintah karena mengakui keberadaan mereka sebagai yang terdepan dalam inovasi dan penguasaan teknologi di tanah air.”
Sementara itu, Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Industri (BPPI) Haris Munandar menjelaskan, dari hasil verifikasi tim penilai pada tahun ini, terdapat 34 peserta yang masuk nominasi Anugerah Cinta Karya Bangsa.
Setelah diadakan penilaian oleh dewan juri, terdapat 15 peserta yang mendapat peringkat I-III dengan kategori Kementerian/Lembaga, BUMN, Perguruan Tinggi Negeri (PTN) Badan Hukum, Pemerintah Daerah Tingkat Provinsi, serta Pemerintah Daerah Tingkat Kabupaten/Kota.
Untuk kategori Kementerian/Lembaga, peringkat pertama diraih oleh Kementerian Kesehatan. Kategori BUMN, peringkat pertama diterima oleh PT. Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC), Bali.
Kategori PTN Badan Hukum, peringkat pertama diserahkan kepada Institut Teknologi Bandung (ITB). Kategori Pemerintah Daerah Tingkat Provinsi, peringkat pertama diberikan kepada Provinsi Jawa Timur. Dan, Kategori Pemerintah Daerah Tingkat Kabupaten/Kota, peringkat pertama adalah Kabupaten Sleman.
Dalam kesempatan yang sama, Kemenperin juga memberikan Penghargaan Industri Hijau untuk ketujuh kalinya. Dalam kurun waktu 7 tahun penyelenggaraan, jumlah perusahaan industri yang mengikuti program ini terus bertambah.
Pertambahan jumlah peserta tersebut menjadi indikasi bahwa kesadaran industri untuk menerapkan industri hijau semakin meningkat, mengingat penerapan standar industri hijau masih bersifat sukarela.
Jumlah peserta tahun 2016 meningkat sekitar 25 persen dibandingkan tahun 2015 yang mencapai 142 perusahaan yang meliputi industri besar sebanyak 127 perusahaan, industri menengah sebanyak 14 perusahaan dan industri kecil sebanyak 1 perusahaan.
”Peserta ini dari berbagai sektor, antara lain industri semen, baja, tekstil, pakaian jadi, crumb rubber, makanan dan minuman, pulp dan kertas, keramik, oleokimia, petrokimia, pupuk, crude palm oil (CPO), crude coconut oil (CCO), pelumas, kosmetika, gula, herbisida, otomotif, furniture, serta pesawat terbang.” (fitri)
