07/05/2026
Aktual

137.005 Siswa Lolos SNMPTN 2015

JAKARTA (Pos Sore) — Panitia Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) mengumumkan hasil seleksi berbasis rapor dan nilai ujian nasional (unas) itu pada Sabtu (9/5). Dari 582.093 siswa yang mendaftarkan diri, sejumlah 137.005 siswa di antaranya dinyatakan lolos.

“Sebanyak 31.908 siswa di antaranya penerima program bidikmisi (bantuan pendidikan mahasiswa miskin),” kata Ketua Umum Panitia SNMPTN Prof. Rochmat Wahab, di Jakarta, Sabtu (9/5).

Katanya, peluang untuk kuliah melalui jalur SNMPTN memang cukup berat karena kompetisinya sangat ketat. Total pendaftar SNMPTN tahun ini mencapai 582 ribu orang lebih. Sedangkan kapasitas atau kuota mahasiswa baru dari saringan SNMPTN hanya sekitar 152 ribu kursi.

“Dari hasil seleksi, ternyata hanya 137 ribu saja yang memenuhi syarat baik secara administratif maupun skor. Jadi ada sekitar 15 ribu bangku yang tidak terisi melalui proses SNMPTN,” jelas Rektor Universitas Negeri Yogyakarta itu.

Dari hasil evaluasi SNMPTN terlihat keketatan program studi saintek yaitu di bidang farmasi, pendidikan teknik informatika, informatika, sistem komputer, tehnik pertambangan, dan teknik mesin. Sedang untuk prodi sosial dan humaniora adalah bidang manajemen, televisi dan film, pariwisata, dan akuntansi.

Hasil evaluasi juga menyebutkan sebanyak 10 besar PTN ternyata banyak dipilih oleh penerima SNMPTN . Yakni, Universitas Brawijaya, Universitas Haluoleo, Universitas Negeri Manado, Universitas Diponegoro, UPI, universitas Riau, UGM, Universitas Sumatera utara, Universitas Negeri Malang dan Universitas Padjajaran.

“Peserta yang dinyatakan lulus seleksi SNMPTN 2015 harus memperhatikan ketentuan, antara lain status penerimaan peserta SNMPTN sebagai mahasiswa di PTN tujuan, akan ditentukan berdasarkan verifikasi data akademik (rapor dan portopolio asli) yang akan dilaksanakan oleh PTN yang bersangkutan,” katanya mengingatkan.

Selain itu, kehadiran pada saat registrasi (daftar ulang) pada 9 Juni 2015 akan menentukan proses verifikasi dan status penerimaan peserta SNMPTN sebagai mahasiswa PTN. Bagi peserta SNMPTN yang dinyatalan lolos verifikasi, status peserta SNMPTN ditetapkan diterima sebagai mahasiswa di PTN tujuan tersebut.

Bagi peserta SNMPTN yang merupakan peserta Bidikmisi selain dilakukan verifikasi terhadap data akademik, PTN tujuan akan melakukan juga verifikasi data ekonomi dan/atau kunjungan ke alamat tinggal peserta SNMPTN untuk menetapkan status penerimaan peserta SNMPTN sebagai mahasiswa.

Bambang Hermanto, Koordinator Humas Pokja Panitia SNMPTN 2015, menambahkan, kuota mahasiswa baru melalui SNMPTN memang terbatas. Sedangkan jumlah pendaftarnya membeludak. Jadi, wajar banyak yang tidak diterima.

Ia menandaskan, pelamar SNMPTN yang tidak lulus bukan berarti tidak pintar. Tetapi bisa jadi ada siswa atau pendaftar lain yang memilih prodi sama, tetapi nilai akademiknya lebih bagus. Panitia SNMPTN menggunakan sistem pemeringkatan (ranking) untuk menyeleksi.

“Calon mahasiswa yang gagal di SNMPTN tidak perlu berkecil hati. Sebab, masih ada kesempatan kuliah di kampus negeri melalui jalur Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBM PTN). Pendaftaran seleksi berbasis ujian tulis ini dibuka Senin pekan depan yaitu pada 11 Mei,” tambahnya.

Kuota mahasiswa baru yang diterima melalui jalur SBMPTN hampir 100 ribu kursi. Kuota ini diperkirakan masih akan terus berkembang hingga 125 ribu kursi. Sebab ada penambahan dari PTN baru dan kuota yang tidak terisi atau tidak terserap di SNMPTN.

Pengumuman hasil seleksi ini dapat dilihat di laman www.snmptn.ac.id. Selain itu dapat pula dilihat melalui laman UI, ITB, ITS, Undip, unair, UGM, Unsri, Unhas, Untan, Unand dan IPB. (tety)

Leave a Comment