JAKARTA (Pos Sore) — Presiden ke-5 Republik Indonesia (RI) Megawati Soekarno Putri turut mendeklarasikan dukungannya terhadap arsip Konferensi Asia Afrika (KAA) dan Gerakan Non Blok (GNB) yang diajukan Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) sebagai Memory of the World.
Dukungannya ini disampaikan dalam pidatonya yang berjudul membangun ‘Memori Kolektif Bangsa-Bangsa: Mendukung Arsip KAA dan GNB sebagai Memory of the World’ dalam acara Seminar Internasional Arsip KAA dan GNB sebagai Memory of the World (26/5) di Ruang Serba Guna Noerhadi Magetsari ANRI.
“Saya mendukung arsip ini dapat diterima sebagai program UNESCO. Upaya ini sangat penting. Sebab, menyelamatkan arsip dan dokumen KAA dan GNB merupakan suatu proses enlightment (pencerahan). Menjadikan arsip KAA dan GNB sebagai arsip UNESCO sangat penting, agar generasi penerus tak kehilangan pijakan sejarah perjuangan kemanusiaan,” tegasnya.
Menurut putri Presiden ke-1 RI ini KAA merupakan peristiwa politik penting yang mengubah peradaban dunia. Spirit Dasasila Bandung bergerak menjadi basis kekuatan moral dan tenaga pembebas bagi bangsa-bangsa untuk merdeka. Demikian halnya terhadap Gerakan Non Blok. Gerakan ini membawa harapan baru agar dunia keluar dari berbagai ketegangan politik akibat persaiangan kedua blok besar yang saling bertikai, yakni Blok Barat dan Blok Timur.
Ia menandaskan, sejarah membuktikan ketika kemerdekaan diakui sebagai hak segala bangsa, dan ketika perdamaian dunia ditegakkan atas prinsip keadilan, begitu banyak bangsa-bangsa baru merdeka terlahir, dan menjadi satu kekuatan baru yang anti penjajahan. Di situlah peran besar KAA dan GNB dalam sejarah peradaban umat manusia. Di sinilah keseluruhan makna memory of the world itu diletakkan.
“Karenanya, generasi yang akan datang, tidak akan pernah kehilangan pijakan, bahwa di dalam sejarah perjuangan kemanusiaan, guna mewujudkan suatu tata dunia baru berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial, ada dua peristiwa maha penting yang menjadi milestone sejarah peradaban dunia, yakni KAA dan GNB. Hal inilah yang mendorong saya pribadi memberikan dukungan sepenuhnya terhadap upaya ini,” tegas Megawati.
Terkait Seminar Internasional Arsip KAA dan GNB sebagai Memory of The World ini, Kepala Arsip Nasional Republlik Indonesia (ANRI), Mustari Irawan, mengatakan, diadakan untuk memperoleh rekomendasi dalam rangka membangun kesadaran masyarakat atas pentingnya arsip KAA dan GNB sebagai warisan dokumenter yang layak dinominasikan sebagai Memory of the World. (tety)
