JAKARTA (Pos Sore) — Mencari entrepreneur muda yang memiliki ide-ide cemerlang dalam membangun bisnis, sekelompok entrepreneur muda yang tergabung dalam ‘Garudapreneur’ menggelar kompetisi bisnis model.
Kompetisi diikuti oleh mahasiswa-mahasiswi di 10 universitas di Jabodetabek yaitu Universitas Indonesia, Institute Pertanian Bogor, Universitas Negeri Jakarta, Universitas Pelita Harapan, Prasetya Mulya, Universitas Bina Nusantara, Universitas Multimedia Nusantara, Universitas Mercu Buana, Universitas Budi Luhur, Bina Sarana Informatika.
“Para pemenang ‘Kompetisi Bisnis Model’ akan kami Latih dalam bootcamp 12 kali pertemuan yang apabila dapat dilewati dengan baik akan dipertemukan dengan para investor di akhir sesi,” kata Adi Putera Widjaja, wirausahawan muda, pembicara publik dan penulis buku yang juga motor penggerak Garudapreneur.
Salah satu program Garudapreneur adalah CALAS yakni, C mengandung arti cari, yakni mencari ide-ide bisnis dari para mahasiswa. A berarti ajak, atau mengajak mahasiswa tersebut untuk berkompetisi bisnis model, yang diadakan di internal universitas dan kemudian dilanjutkan dengan kompetisi nasional antar universitas.
L berarti latih atau melatih para mahasiswa yang berhasil masuk dalam bootcamp agar bisa berhasil menjalankan bisnisnya, Untuk A yang kedua berarti arahkan atau mengarahkan para mahasiswa kepada jaringan untuk bisa memperbesar bisnisnya.
“Ide bisnis yang mendapatkan pendanaan, kami bimbing di co-working space selama minimal 1 tahun untuk memastikan dana yang berhasil didapatkan benar digunakan untuk kepentingan membangun usaha,” jelasnya.
Kata S terakhir mengandung arti sebarkan atau menyebarkan bisnis mereka dengan publikasi di buku Garudapreneur yang akan terbit setiap tahunnya dan film dokumenter yang berisi perjuangan para mahasiswa tersebut dalam membangun bisnisnya.
“Melalui gerakan CALAS, kami berharap akan tumbuh entrepreneur-entrepreneur muda di Indonesia, sehingga dapat ikut membangun perekonomian Indonesia menjadi lebih baik,” tuturnya. (tety)
