02/04/2026
AktualEkonomi

Z-Talk jadi Ajang Kolaborasi BAZNAS dan Media Perkuat Literasi Zakat

Menurutnya, Indonesia masih menghadapi tantangan besar dengan jumlah penduduk miskin sekitar 25,4 juta jiwa, terutama pada kelompok miskin ekstrem.

Saidah menambahkan, tujuan akhir dari berbagai program yang dijalankan BAZNAS adalah mendorong mustahik keluar dari garis kemiskinan dan bertransformasi menjadi muzaki secara berkelanjutan.

Sementara itu, Pemimpin Redaksi Kompas.com, Amir Sodikin, menilai zakat memiliki posisi strategis dalam sistem ekonomi modern karena berfungsi sebagai instrumen distribusi kekayaan yang mampu mencegah ketimpangan sosial dan memperkuat ekonomi keluarga.

Menurutnya, zakat tidak hanya bertujuan menggugurkan kewajiban agama, tetapi menjadi mekanisme aktif untuk mengalirkan likuiditas langsung ke masyarakat bawah.

“Zakat adalah arsitektur ekonomi yang sejak awal dirancang untuk menghindari ketimpangan. Dalam Islam, distribusi kekayaan tidak menunggu trickle down effect, tetapi diwajibkan mengalir langsung dari pemilik modal kepada masyarakat yang membutuhkan,” ujar Amir.

Lebih lanjut, Amir menekankan pentingnya peran media dalam menarasikan zakat sebagai solusi pembangunan. Menurutnya, BAZNAS perlu dipahami publik bukan hanya sebagai lembaga filantropi, tetapi sebagai institusi pembangunan sosial-ekonomi yang bekerja secara sistematis dan terukur.

“Kepercayaan publik lahir dari narasi yang kuat dan konsisten. Program-program BAZNAS yang menyasar kemiskinan ekstrem, penguatan ekonomi, hingga mendorong mustahik naik kelas harus terus dikomunikasikan secara luas,” ujarnya.

Adapun Pemimpin Redaksi Republika, Andi Muhyiddin, menyampaikan, media dan lembaga filantropi memiliki kesamaan peran, yakni membangun dan menjaga kepercayaan publik.

Ia menilai zakat merupakan potensi sosial besar yang dapat menjadi sistem distribusi keadilan, instrumen penguatan ekonomi umat, sekaligus pilar ketahanan sosial.

“Media tidak cukup hanya meliput, tetapi juga perlu bertransformasi menjadi penggerak kesadaran publik. Zakat harus diposisikan sebagai solusi nyata bagi persoalan sosial dan ekonomi,” kata Andi.

Melalui forum ini, BAZNAS RI bersama insan media sepakat untuk memperkuat kolaborasi dalam membangun narasi zakat yang berdampak, inklusif, dan relevan dengan tantangan pembangunan nasional, demi mewujudkan Indonesia yang lebih kuat dan berkeadilan.

Leave a Comment