27.8 C
New York
15/06/2024
Aktual Gaya Hidup

‘Women in Leadership Appreciation Dinner’ Apresiasi Kepada Perempuan

Jangan remehkan kemampuan perempuan yang multitasking dibanding pria. Kaum perempuan diyakini sebagai sumberdaya manusia yang powerfull dan mampu bersaing di segala bidang.

Lihat saja jajaran direksi yang dimiliki PT Standard Chartered Bank Indonesia (Standchart). Sebanyak 50% karyawannya adalah perempuan. Dari 15 jajaran direksinya, lima di antaranya diduduki oleh perempuan. Melihat kemampuan karyawannya ini, Standchart pun menggelar gala dinner bertajuk ‘Women in Leadership Appreciation Dinner’. Para karyawan setingkat manajemen diberi kesempatan makan malam bersama dengan direksi.

“Gala dinner ini bentuk apresiasi kepada karyawan wanita yang memiliki semangat kepemimpinan, yang diharapkan pula bisa memacu karyawan perempuan lainnya agar mampu masuk ke level lebih tinggi lagi. Juga agar mampu memberikan kontribusi yang lebih,” kata CEO Standchart, Tom Aaker, di hotel Mandarin, akhir pekan lalu.

Ia mengungkapkan, saat ini, porsi direksi wanita mencapai 30 persen. Pihaknya berharap beberapa tahun ke depan porsinya bisa mencapai 50 persen.

Dalam kesempatan ini, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Mari Elka Pangestu, serta Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Linda Amalia Sari Gumelar, juga mendapatkan penghargaan Women in Leadership Appreciation oleh Standard Chartered.

“Saya terharu dengan apresiasi yang diberikan karena apa yang kami lakukan bukan hal yang luar biasa karena ini tugas kami untuk masyarakat,” kata Mari.

“Saya kira melakukan tugas kepada masyarakat bukan untuk diberi apresiasi tapi terima kasih untuk penghargaan ini dan diakui secara internasional kiprah kami khususnya pemerintah,” ujar Linda Amalia Sari.

Mari berpendapat, pemimpin wanita memang lebih sulit dicari karena kesibukannya yang tidak sedikit antara pekerjaan dan rumah tangga. Terkadang wanita memang sulit memposisikan diri antara urusan pekerjaan dan rumah tangga. Namun suasana kompetitif antara wanita dan pria tetap harus dilanjutkan.

“Komposisi pemimpin wanita yang ada di dunia hanya lima persen, sedangkan di Indonesia masih sedikit lebih tinggi, yakni delapan persen,” ungkapnya.

Sementara itu, Linda mengatakan, para wanita memang harus memiliki kemampuan mandiri agar bisa membentuk keluarga dan generasi yang lebih baik ke depannya. Kemampuan perempuan dapat meningkatkan percaya diri. Perempuan yang multitasking ini jika diberdayakan bisa menjaga keharmonisan dalam keluarga.

“Keindahan bagi kami adalah diakui secara internasional. Karenanya, kaum perempuan harus meningkatkan kemampuan diri. Apabila wanita diberi kepercayaan pengelolaan keuangan akan menjadi perempuan yang mandiri sekalgis membantu ekononi bangsa,” katanya. (tety)

Leave a Comment