7.6 C
New York
24/02/2024
Aktual

wiranto Panik Dan Menjadikan Surat DKP Sebagai Senjata

JAKARTA (Pos Sore) — Sekjen Partai Gerindra sekaligus tim pemenangan capres-cawapres Prabowo-Hatta, Fadli Zon mengungkapkan upaya Wiranto yang belakangan ini mencuta di mana-mana hanya menunjukkan ketidaksukaan Wiranto kepada Prabowo yang sudah berurat akar.

Wiranto yang kini menjadi tim sukses kubu Jokowi-JK hanya ingin menjatuhkan rabowo-Hatta pada Pilres 2014. Hal itu terbukti dengan pernyataannya yang menyebutkan bahwa Prabowo sebagai orang yang bertanggung jawab atas kasus penculikan aktivis 1998 sehingga berlanjut dengan pemberhentian oleh Dewan Kehormatan Perwira (DKP).

Dalam surat DKP itu, disebutkan bahwa Prabowo Subianto menjabat Panglima Komando Cadangan Strategis TNI Angkatan Darat dan diberhentikan pada 20 November 1998 atas dugaan penculikan dan pelanggaran wewenang perwira.

Padahal dalam kerusuhan Mei 1998, kata Fadli lagi, Wiranto lah yang paling bertanggung jawab karena saat itu menjadi pimpinan tertinggi ABRI.

Dan di masa sekarang ini, Wiranto sebagai Timses Jokowi-JK menggunakan surat DKP itu sebagai senjata karena semakin panik melihat elektabilitas Prabowo semakin tinggi.

“Surat DKP tidak ada apa-apanya. Yang jadi akhir adalah Keppres. Dalam Keppres menjelaskan bahwa Prabowo diberhentikan secara hormat. Jenderal Moeldoko juga menyebut surat DKP tidak pernah ada dalam arsip ABRI,” paparnya. (hasyim)

Leave a Comment