02/02/2026
AktualGaya Hidup

Waspada, Kekurangan Zat Besi Dapat Ancam Kemampuan Belajar Anak

Dokumen WHO juga menyatakan, ada bukti kuat melalui penelitian bahwa kekurangan zat besi terlihat secara meyakinkan menunda perkembangan psikomotor dan mengganggu kinerja kognitif anak prasekolah dan anak usia sekolah.

Terlebih ada juga fakta yang menunjukkan bahwa 80% anak yang kurang zat besi alami speech delay atau keterlambatan bicara.

Sebagian besar orang tua juga belum menyadari bahwa ada hubungan antara kecerdasan anak dengan zat besi.

Faktanya, 50% Bunda tidak tahu bahwa kekurangan Zat Besi dapat berdampak pada kepintaran anak.

Karena itu, penting agar orang tua memahami dan memenuhi kebutuhan anak usia prasekolah yang membutuhkan asupan gizi seimbang dan lingkungan yang mendukung.

Dengan demikian, deteksi dan intervensi dini dapat dilakukan agar tidak berdampak pada kemampuan belajar dan perkembangan keterampilan anak. Terutama pada akhir masa remaja dan awal masa dewasa.

Seorang Guru TK, Siti Alifah Faiz, S.Pd juga melihat sebaiknya proses belajar mengajar di sekolah akan lebih berjalan optimal jika anak bisa fokus terhadap pembelajaran.

Jadi, hendaknya anak tidak terganggu oleh berbagai masalah, termasuk kendala kesehatan anak seperti kekurangan zat besi.

“Kerjasama orang tua dan pendidik sangat penting mendukung dalam proses belajar anak, termasuk dalam pendidikan dasar seperti PAUD,” ucapnya.

Sebagai pendidik, ia berharap agar orang tua lebih peka dan tidak abai dengan gejala-gejala anak kekurangan zat besi, seperti mudah lelah, kulit pucat dan kurang fokus.

Leave a Comment