11.2 C
New York
14/04/2024
Aktual

Warga Lereng Merapi Kekurangan Air Bersih

KLATEN (Pos Sore) — Warga di tiga desa di lereng Gunung Merapi yang masuk wilayah Kabupaten Klaten kini mulai kekurangan air bersih. Di antaranya Desa Panggang, Talun dan Balerante, Kecamatan Kemalang.

“Karena tidak ada hujan, air bersih hanya mengandalkan dari tangki saja, itu pun harus dibagi dengan kebutuhan ternak,” kata salah satu warga, Joko (39).

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Klaten mulai melakukan dropping air bersih ke wilayah lereng Merapi. Informasi yang dihimpun Pos Sore, Jumat (21/2), sebanyak 20 truk tangki air bersih telah dikirim.

Kepala BPBD Klaten, Sri Winoto mengaku menerima laporan dari sejumlah relawan yang mengatakan warga lereng Merapi kesulitan mendapatkan air bersih karena bak penampungan tercemar abu vulkanik Gunung Kelud.

“Kami berharap bantuan air bersih bisa bermanfaat kepada masyarakat. Dropping air bersih akan terus dilakukan ke seluruh desa yang ada di Kecamatan Kemalang sampai kondisi normal,” ujarnya.

Dalam pemenuhan air bersih tahun ini, BPBD Klaten menganggarkan dana penanggulangan kekeringan sebesar Rp 300 juta.

Yatmi (35) warga Desa Balerante, Kecamatan Kemalang, menyambut baik dropping air bersih dari BPBD Klaten. Air bersih tersebut sangat membantu warga dalam memenuhi kebutuhan air sehari-hari.

“Kami sangat terbantu dengan adanya kiriman air bersih ini. Sebab sudah beberapa hari ini kami kesulitan mencari air bersih untuk kebutuhan sehari-hari,” ujarnya.

Ia mengatakan, air di bak penampungan miliknya sudah tercemar abu vulkanik Gunung Kelud. Minimnya stok air bersih membuat dirinya nekat memanfaatkan air itu untuk minum dan mencuci. “Karena tidak ada air lagi, terpaksa air yang sudah kotor digunakan,” ungkapnya. (dra)

Leave a Comment